03 March 2026, 14:23

Bahrain Diguncang Serangan Fajar! Iran Klaim Hancurkan Komando Pangkalan Udara AS, 20 Drone dan 3 Rudal Dilepas

Iran melanjutkan rangkaian serangan ke aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Pada Selasa (3/3/2026)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
481
Bahrain Diguncang Serangan Fajar! Iran Klaim Hancurkan Komando Pangkalan Udara AS, 20 Drone dan 3 Rudal Dilepas
Ilustrasi rudal Iran (Foto: REUTERS/Raneen Sawafta)

Perspektif.co.id - Iran melanjutkan rangkaian serangan ke aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Pada Selasa (3/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya menggempur pangkalan udara AS di Bahrain dalam operasi drone dan rudal berskala besar yang dilakukan menjelang subuh. 

Dalam unggahan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, yang disampaikan melalui Telegram, IRGC menyatakan pasukan angkatan lautnya melancarkan serangan gabungan terhadap fasilitas AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain. “IRGC mengumumkan bahwa… pasukan angkatan lautnya melakukan serangan drone dan rudal skala besar pada subuh di pangkalan udara AS di daerah Sheikh Isa, Bahrain,” demikian narasi yang dikutip dari laporan berbasis informasi Iran. 

Mengacu pada laporan AFP yang turut disitir media-media, pasukan elite Iran itu menyebut total 20 drone dan tiga rudal ditembakkan dalam serangan tersebut. IRGC juga mengklaim serangan itu menimbulkan dampak besar karena “menghancurkan markas komando utama pangkalan tersebut,” meski rincian verifikasi independen atas kerusakan belum dijabarkan dalam pernyataan yang beredar. 

Serangan ke Bahrain ini terjadi di tengah eskalasi yang melebar ke sejumlah negara Teluk lain. Sebelumnya, IRGC dilaporkan menyerang Pangkalan Arifjan di Kuwait—fasilitas yang menampung personel AS—dengan mengirim gelombang serangan baru. Dalam keterangan yang dikutip Al Jazeera, IRGC menyebut 10 drone diluncurkan dan diklaim mengenai sasaran. 

Di Arab Saudi, Iran juga disebut menargetkan sebuah pangkalan udara di dekat Riyadh pada Senin (2/3/2026) waktu setempat. Namun, rudal-rudal itu dilaporkan berhasil dicegat di udara sebelum mencapai tujuan. Seorang sumber dari salah satu negara Teluk, sebagaimana dikutip AFP, menuturkan bahwa serangkaian serangan rudal melanda wilayah Saudi ketika intensitas serangan Iran meningkat sebagai respons atas gelombang serangan AS dan Israel.

Salah satu target yang disebut dalam rangkaian serangan pembalasan itu adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al Kharj, wilayah tenggara Riyadh, yang menampung pasukan militer AS. “Rudal-rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan kembali dicegat pada Senin (2/3) pagi,” kata sumber yang dikutip AFP. 

Selain Kuwait dan Arab Saudi, IRGC juga menyatakan pasukan angkatan lautnya melancarkan “serangan kompleks dengan drone dan rudal” ke Dubai, Uni Emirat Arab, yang diklaim menargetkan keberadaan pasukan AS di wilayah tersebut. 

Berita Terkait