12 December 2025, 19:06

Bahlil Cek Langsung Listrik Sumatra Pascabencana, Aceh Masih Jadi Pekerjaan Berat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali “turun gunung” ke sejumlah titik terdampak bencana di Sumatra

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,915
Bahlil Cek Langsung Listrik Sumatra Pascabencana, Aceh Masih Jadi Pekerjaan Berat
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh pada Selasa (2/12)

Perspektif.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali “turun gunung” ke sejumlah titik terdampak bencana di Sumatra untuk memastikan pemulihan infrastruktur kelistrikan berjalan sesuai target. Pemerintah ingin memastikan jaringan yang sempat lumpuh akibat bencana alam di wilayah tersebut segera kembali normal dan masyarakat kembali mendapat pasokan listrik yang layak.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut langkah Bahlil bukan sekadar memantau dari laporan di meja, tetapi mengecek langsung kondisi teknis di lapangan sejak Kamis (11/12/2025). Fokus utama kunjungan kerja kali ini adalah peninjauan proses pemulihan transmisi dan distribusi listrik di dua provinsi yang terdampak paling parah, yakni Sumatera Utara dan Aceh.

“Dan juga Pak Menteri (Bahlil) hari ini, dari kemarin juga mengecek langsung bagaimana pemulihan untuk transmisi jaringan listrik, jaringan distribusi yang ada di Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan, meski sebagian besar wilayah sudah berangsur pulih, upaya menormalkan jaringan transmisi utama hingga 100 persen masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Tim di lapangan disebut masih berjibaku mengatasi persoalan integrasi sistem yang sempat terganggu pascabencana, termasuk masalah sinkronisasi jaringan yang berdampak pada stabilitas pasokan.

“Jadi ya ini untuk jaringan transmisi ini antara Kementerian ESDM dengan teman-teman di PLN itu justru di lapangan lagi bekerja keras untuk bagaimana jaringan transmisi bisa dipulihkan 100 persen,” tambahnya.

Secara umum, Yuliot menyebut situasi kelistrikan di Sumatra Barat dan Sumatera Utara saat ini sudah mendekati normal. Jaringan utama telah banyak yang kembali beroperasi dan pemadaman bergilir mulai berkurang seiring bertahapnya proses perbaikan infrastruktur dan penataan ulang sistem.

Namun, pemerintah masih menaruh perhatian besar pada wilayah Aceh yang dinilai membutuhkan upaya ekstra. Di sejumlah titik, akses ke lokasi terdampak masih menjadi tantangan tersendiri bagi petugas teknis, sehingga proses pemulihan untuk memastikan seluruh masyarakat kembali menikmati listrik secara penuh belum bisa tuntas secepat daerah lainnya.

Fokus pemerintah, menurut Yuliot, adalah memastikan pemulihan kelistrikan tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan sampai ke rumah-rumah warga, fasilitas umum, layanan kesehatan, pusat logistik bantuan, hingga sektor usaha yang terdampak. Pemerintah menegaskan percepatan pemulihan jaringan energi menjadi salah satu kunci pemulihan sosial-ekonomi pascabencana di Sumatra.

Berita Terkait