TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Gangguan besar melanda YouTube pada Rabu pagi waktu Jakarta ketika jutaan pengguna di berbagai negara tiba‑tiba tidak dapat mengakses beranda, rekomendasi, hingga fitur inti platform. Insiden ini terdeteksi sekitar pukul 08.00 WIB setelah laporan gangguan melonjak tajam di situs pemantau layanan dan media sosial, menandakan bahwa masalah tersebut bukan sekadar gangguan lokal, melainkan insiden global yang memengaruhi infrastruktur utama YouTube.
Dalam laporan awal, pengguna di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, India, Australia, hingga Meksiko melaporkan bahwa halaman utama YouTube hanya menampilkan layar kosong tanpa rekomendasi video. Sebagian pengguna menerima pesan kesalahan seperti “Something went wrong” atau “Video unavailable”, sementara pengguna lain menyebut aplikasi YouTube di Android TV langsung menutup sendiri saat dibuka.
“Kami menyadari sebagian dari kalian mengalami masalah saat mengakses YouTube. Tim kami sedang menangani hal ini dan akan memberikan pembaruan secepatnya,” tulis YouTube melalui pernyataan resmi di akun X mereka.
Gangguan ini dipicu oleh masalah pada sistem rekomendasi YouTube yang menyebabkan video tidak muncul di berbagai permukaan layanan, termasuk aplikasi utama, YouTube Music, dan YouTube Kids. Meskipun sebagian fungsi beranda mulai pulih, YouTube menegaskan bahwa perbaikan penuh masih berlangsung.
“Masalah pada sistem rekomendasi membuat video tidak muncul di berbagai layanan YouTube. Beranda sudah kembali, tetapi kami masih bekerja untuk perbaikan total,” tulis YouTube dalam pembaruan berikutnya.
Data dari Downdetector menunjukkan lebih dari 320.000 laporan gangguan dalam waktu singkat, menjadikannya salah satu insiden terbesar yang menimpa layanan milik Google dalam beberapa bulan terakhir. Di Amerika Serikat saja, laporan mencapai lebih dari 317.000, sementara Inggris mencatat sekitar 38.000 laporan. Di Indonesia, lonjakan laporan terjadi sejak pagi hari ketika pengguna tidak dapat membuka beranda maupun fitur Shorts.
Meski sebagian fitur lumpuh, beberapa pengguna masih dapat memutar video melalui riwayat tontonan, playlist, atau tautan langsung dari Google Search. Live streaming juga tetap dapat diakses oleh sebagian pengguna, menunjukkan bahwa tidak semua bagian infrastruktur YouTube terdampak secara bersamaan.
Sementara itu, YouTube TV dan layanan login juga mengalami gangguan terpisah, dengan ribuan laporan tambahan dari pengguna yang tidak dapat masuk ke akun mereka. Para analis menyebut gangguan ini berasal dari sisi server YouTube, sehingga pengguna tidak dapat memperbaikinya sendiri meski melakukan refresh atau restart perangkat.
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan layanan digital berskala global yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, memperlihatkan betapa rentannya platform besar ketika satu komponen sistem mengalami kegagalan. Hingga kini, YouTube masih melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa terulang.