TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Presiden Xi Jinping mengunjungi National Information Technology Application Innovation Park di kawasan Yizhuang, pinggiran selatan Beijing, pada Senin pagi 9 Februari 2026. Kunjungan ini langsung menjadi sorotan karena menegaskan prioritas tertinggi China dalam inovasi teknologi informasi di tengah rencana lima tahun baru yang sedang disusun.
Xi didampingi pejabat tinggi dan bertemu langsung dengan para pemimpin perusahaan teknologi, termasuk Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi. Menurut laporan media pemerintah, Xi meninjau kemajuan aplikasi dan inovasi teknologi informasi di taman tersebut, sekaligus menerima paparan mengenai upaya Beijing mempercepat pembentukan pusat inovasi sains dan teknologi internasional.
Kunjungan ini terjadi hanya beberapa hari setelah berbagai indikator kemajuan teknologi China dirilis. Pada akhir Januari, kapasitas energi surya dan angin China untuk pertama kalinya melampaui kapasitas batu bara dalam bauran listrik nasional. Sementara itu, pasar modal Hong Kong menyambut hangat debut Montage Technology, perusahaan desain chip interconnect asal China, yang sahamnya melonjak lebih dari 60 persen pada hari pertama perdagangan.
Para analis melihat kunjungan Xi sebagai pesan politik yang kuat bahwa Beijing akan terus mendorong “pengembangan berkualitas tinggi” melalui teknologi mandiri, terutama di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan infrastruktur komputasi. Hal ini sejalan dengan target jangka panjang “Vision 2030” yang sedang digodok, di mana China ingin menjadi pemimpin global dalam inovasi industri masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping menekankan, “Inovasi teknologi informasi adalah kunci untuk mencapai pembangunan berkualitas tinggi dan membangun kekuatan sains dan teknologi yang kuat.”
Kunjungan ini juga mencerminkan strategi China yang semakin agresif dalam menghadapi pembatasan ekspor teknologi dari Barat. Meski masih bergantung pada peralatan asing untuk node proses paling canggih, perusahaan seperti Huawei, SMIC, dan startup AI seperti Zhipu terus mencatat kemajuan signifikan menggunakan chip domestik Ascend. Beberapa model AI multimodal bahkan kini dilatih sepenuhnya di infrastruktur buatan China.
Di sektor kendaraan listrik, kolaborasi antara BYD dan startup AI DeepSeek semakin memperkuat posisi China dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam mobil otonom. Sementara di pasar modal, lonjakan saham perusahaan chip domestik menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap narasi “self-reliance” teknologi.
Namun, tantangan tetap ada. Pembatasan ekspor chip canggih AS masih membatasi kemampuan China untuk sepenuhnya mengejar performa GPU kelas atas Nvidia. Meski demikian, China sedang membangun ekosistem paralel yang mencakup CPU, OS, dan layanan cloud domestik, terutama untuk proyek-proyek pemerintah dan data center.
Kunjungan Xi ke Yizhuang datang di saat yang tepat, ketika China sedang memasuki fase konsolidasi industri teknologi setelah boom AI model tahun lalu. Banyak pengamat di forum teknologi global seperti Reddit, X, dan Weibo menyebut langkah ini sebagai “sinyal perang” dalam perlombaan teknologi global, khususnya menjelang pengumuman rencana lima tahun ke-15 yang akan lebih menekankan pada semikonduktor matang, advanced packaging, dan integrasi AI ke dalam ekonomi riil.
Bagi pelaku industri di Indonesia dan Asia Tenggara, perkembangan ini patut dicermati. China tidak hanya menjadi pemasok perangkat keras murah, tetapi juga semakin menjadi sumber inovasi perangkat lunak dan sistem AI yang kompetitif. Apakah kunjungan Xi hari ini akan diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang, masih menjadi fokus pengamatan para analis.