13 February 2026, 19:25

Warga Akui Ikan Cisadane Berbau Solar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida, Dinkes Minta Stop Konsumsi

Pencemaran aliran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang Raya pascakebakaran pabrik pestisida di Tangerang Selatan memicu kekhawatiran warga.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
656
Warga Akui Ikan Cisadane Berbau Solar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida, Dinkes Minta Stop Konsumsi
Penampakan ikan diduga keracunan bahan kimia di Sungai Cisadane. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Pencemaran aliran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang Raya pascakebakaran pabrik pestisida di Tangerang Selatan memicu kekhawatiran warga. Sejumlah ikan ditemukan mati di sepanjang sungai, sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat sementara waktu tidak mengonsumsi ikan dari aliran tersebut.

Namun sebelum peringatan resmi disampaikan, sebagian warga terlanjur mengambil dan mengolah ikan hasil tangkapan dari sungai. Salah satunya Roni (52), warga Kota Tangerang, yang mengaku sempat menyantap ikan tersebut meski mencium aroma tak biasa.

“Awal belum ada imbauan, gua mah dimakan aja biasa emang rasa gimana, akhirnya ada bau-bau solar. Udah dimasak, pas udah dimasak juga tetap bau solar,” ujar Roni saat ditemui di bantaran Sungai Cisadane, Jumat (13/2/2026).

Ia menuturkan sempat mengambil beberapa ikan dan membersihkannya sebelum akhirnya mengetahui adanya larangan konsumsi dari aparat wilayah. Menurutnya, pemberitahuan resmi baru diterima warga pada Senin (9/2) sekitar pukul 23.00 WIB melalui pengurus RT dan RW setempat.

“Ikan mah enak, cuma ada baunya itu. Itu yang bikin enggak enak ya takutlah. Ya udah enggak jadi. Makanya imbauan dari RT RW jam 23.00 ya udahlah mau enggak mau pasrah. Ikan udah pada bersih semua Pak, udah di bak, udah di freezer, udah apa, sebak-dua bak udah dibuang-buang,” katanya.

Setelah adanya peringatan tersebut, Roni memilih menghentikan konsumsi ikan dari Cisadane karena khawatir terhadap potensi dampak kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.

“Iya gitu, orang takutlah udah dapat imbauan begitu kita hajar terus nanti jadi penyakit,” ujarnya.

Meski sempat mengonsumsi ikan yang diduga terpapar limbah kimia, Roni mengaku belum merasakan gangguan kesehatan berarti hingga saat ini. Ia menyebut tidak mengalami keluhan serius, meski tetap waspada.

“Enggak ada, dampak begitu mah kayaknya mungkin dari BAB biasanya gitu. Kalau nanyain pusing, kembali lagi kita ngomong, ‘lah tiap hari gua pusing aja enggak punya duit’ begitu jawabannya. Pas kita kesal ngomong gitu. Iya udah mudah-mudahan sih aman-aman ajalah Pak ya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, pencemaran terjadi setelah kebakaran melanda sebuah pabrik pestisida di wilayah Tangerang Selatan. Dampaknya, ikan-ikan di aliran Sungai Cisadane ditemukan mati dan diduga terpapar zat kimia. Otoritas kesehatan setempat telah mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap maupun mengonsumsi ikan dari sungai hingga situasi dinyatakan aman.

Berita Terkait