18 October 2025, 17:35

Wabah Influenza A Meluas, Anak Rentan Tertular Tapi Lansia Lebih Rentan Meninggal! Ini Kata Ahli Epidemiologi

Perbedaan daya tahan tubuh dan struktur saluran pernapasan menjadi faktor utama.

Reporter: Redaksi Perspektif
Editor: Ihsan Nurdin
3,467
Wabah Influenza A Meluas, Anak Rentan Tertular Tapi Lansia Lebih Rentan Meninggal! Ini Kata Ahli Epidemiologi
Tenaga medis menyerukan ketenangan di tengah meningkatnya kasus, sambil meyakinkan bahwa sistem layanan kesehatan Malaysia tetap siap dan memadai — 17 Oktober 2025. / Doc: istimewa

Perspektif.co.id - Penyebaran virus Influenza A di Malaysia mengalami peningkatan, terutama di kalangan anak-anak. Namun menurut Prof Dr Sanjay Rampal, pakar epidemiologi dari Universiti Malaya, kelompok usia lanjut dengan riwayat penyakit penyerta justru memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi.

“Perbedaan daya tahan tubuh dan struktur saluran pernapasan menjadi faktor utama. Anak-anak memang lebih mudah tertular karena sistem imun mereka belum matang, namun pasien lansia dengan komorbid jauh lebih rentan mengalami komplikasi fatal,” jelas Sanjay dalam keterangannya kepada Harian Metro.

Meski masyarakat dibuat resah akibat beberapa kasus kematian yang telah dilaporkan, Dr Sanjay mengimbau publik untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa sistem kesehatan Malaysia masih mampu menangani lonjakan kasus yang terjadi saat ini.

“Jumlah kasus memang meningkat, namun tidak ada indikasi bahwa varian Influenza A yang beredar saat ini lebih berbahaya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sanjay menambahkan bahwa gejala pada tiap kelompok usia bisa berbeda karena dinamika replikasi virus dan imunitas tubuh yang tak seragam.

Ia pun mendorong masyarakat, terutama orang tua, untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika menunjukkan gejala, terutama jika mengalami sesak napas. “Segera konsultasikan ke klinik umum atau pusat kesehatan jika merasa tidak enak badan,” tuturnya.

Pernyataan ini menyusul konfirmasi tiga kematian anak akibat Influenza A. Salah satunya adalah Muhammad Syeikhu Azrin, siswa berkebutuhan khusus berusia 8 tahun dari SK Meru, Klang, yang meninggal dunia pada Kamis pagi. Dua kasus lainnya melibatkan anak berusia 4 tahun dari Sabah dan anak berusia 11 tahun dari Terengganu.

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad turut membenarkan tiga kasus kematian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Ia meminta masyarakat memperhatikan kebersihan, menggunakan masker di area publik, serta menjaga daya tahan tubuh.***

Berita Terkait