TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Vivo akhirnya membawa X300 Ultra ke panggung global melalui debut perdananya di MWC Barcelona, menandai pertama kalinya lini flagship imaging perusahaan itu dirilis di luar China. Pengumuman ini menegaskan ambisi Vivo untuk menantang dominasi pemain besar di segmen fotografi mobile premium, terutama setelah perangkat tersebut dipamerkan bersama aksesori profesional seperti camera cage dan telefoto extender 400mm yang dikembangkan bersama ZEISS.
Dalam presentasi resminya di Barcelona, Vivo menegaskan bahwa X300 Ultra akan tersedia di sejumlah pasar internasional, termasuk Spanyol, sebagai bagian dari strategi ekspansi agresif mereka di kategori flagship. Perusahaan menyebut perangkat ini sebagai “lompatan terbesar dalam sejarah imaging Vivo”, terutama karena sistem telefoto barunya yang mampu mencapai ekuivalen 400mm dengan output optik hingga 200MP.
“Kami memperluas warisan fotografi Vivo ke level profesional yang lebih luas, dan X300 Ultra adalah bukti komitmen itu,” ujar Yu Meng, Vice President of Imaging Vivo, dalam sesi pengumuman.
Teknologi ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra menjadi sorotan utama karena merupakan satu-satunya extender 400mm di industri smartphone saat ini. Sistem ini dirancang memenuhi standar APO imaging dan mampu mempertahankan kejernihan gambar bahkan pada crop digital 1600mm, lengkap dengan gimbal-grade OIS dan motion-tracking focus untuk stabilitas ekstrem.
“Telefoto 400mm ini membuka standar baru untuk mobile telephoto, memberikan stabilitas dan presisi yang sebelumnya hanya mungkin pada kamera profesional,” kata tim ZEISS dalam kolaborasi teknisnya.
Selain modul telefoto, Vivo juga memperkenalkan camera cage profesional yang dirancang untuk kreator video. Aksesori ini memiliki cold shoe mounts, quick-release ports, dual-hand grip, hingga cooling fan internal untuk menjaga performa saat perekaman intensif. Fitur ini mempertegas arah Vivo yang kini tidak hanya fokus pada fotografi, tetapi juga videografi sinematik.
X300 Ultra juga membawa peningkatan besar pada perekaman video, termasuk dukungan 4K 120fps multi-focal, 10-bit Log, dan Dolby Vision, memungkinkan kreator menghasilkan warna sinematik langsung dari kamera tanpa proses pasca-produksi yang rumit.
“Peningkatan video di X300 Ultra adalah lompatan dari kemampuan imaging individual menuju kemampuan produksi film yang lebih intuitif dan bebas,” tambah Yu Meng.
Dengan kombinasi telefoto ekstrem, aksesori profesional, dan pipeline video sinematik, X300 Ultra diposisikan sebagai perangkat yang menyasar fotografer dan videografer serius yang membutuhkan fleksibilitas kamera profesional dalam bentuk smartphone. Vivo belum mengumumkan harga resmi global, namun analis memperkirakan banderol flagship ini akan berada di kisaran premium yang jika dikonversi ke rupiah dapat mencapai Rp18–22 juta, mengikuti pola harga flagship Vivo sebelumnya (estimasi berdasarkan tren pasar, bukan angka resmi).