20 February 2026, 14:05

UAE Luncurkan Drone AI Swarm Pertama di Timur Tengah: Teknologi Otonom yang Ubah Wajah Pertahanan

UAE luncurkan drone AI swarm pertama di Timur Tengah, ubah strategi pertahanan dan observasi bulan Ramadhan.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
596
UAE Luncurkan Drone AI Swarm Pertama di Timur Tengah: Teknologi Otonom yang Ubah Wajah Pertahanan
Ilustrasi drone AI bertema Ramadhan: latar kota UAE, bulan sabit, masjid, warna kompleks, gaya modern minimalis. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Abu Dhabi menjadi pusat perhatian dunia teknologi pertahanan setelah SIRBAI secara resmi meluncurkan sistem drone swarm berbasis AI pertama di Timur Tengah dalam ajang UMEX 2026. Teknologi ini memungkinkan puluhan drone beroperasi secara kolaboratif dan otonom di lingkungan kompleks, menandai era baru dalam strategi pertahanan berbasis kecerdasan buatan dan machine learning.

Sistem ini dikembangkan oleh lebih dari 40 insinyur AI dan robotika di Abu Dhabi, dengan dukungan dari Technology Innovation Institute (TII). Platform ini mengintegrasikan perencanaan misi berbasis AI, pengambilan keputusan terdistribusi, dan koordinasi real-time, sehingga mengurangi beban kerja operator dan meningkatkan efektivitas serta ketahanan misi.

“Peluncuran teknologi swarm generasi berikutnya dari SIRBAI adalah tonggak penting bagi ekosistem teknologi pertahanan kawasan,” ujar Dr. Najwa Aaraj, CEO TII.

SIRBAI mengusung pendekatan modular end-to-end yang menggabungkan perencanaan misi, komando, dan eksekusi swarm dalam satu platform. Sistem ini dirancang untuk mendukung berbagai skenario pertahanan, mulai dari pengawasan dan perlindungan hingga kolaborasi antara drone dan kendaraan tempur berawak.

“Dengan menggabungkan AI canggih dan operasi drone otonom, SIRBAI menetapkan standar baru untuk sistem misi yang tangguh dan berpusat pada operator,” tulis pernyataan resmi TII.

Selain sektor militer, teknologi drone AI juga digunakan dalam observasi bulan Ramadhan 1447 H di UAE. Komite Rukyatul Hilal nasional memanfaatkan drone dan AI untuk menganalisis citra resolusi tinggi dari enam observatorium, memastikan akurasi dalam penentuan awal bulan secara syariah.

“Pendekatan ini menggabungkan prinsip syariah dengan manfaat teknologi modern untuk meningkatkan presisi dan transparansi,” kata Dr. Omar Habtoor Al Darei dari Otoritas Urusan Islam dan Wakaf.

EDGE Group dan Kementerian Pertahanan UAE juga meluncurkan Drone Challenge di UMEX 2026, mengajak talenta muda Emirat untuk mengembangkan solusi AI untuk drone melalui kompetisi pemrograman. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapabilitas nasional di bidang keamanan digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.

“Investasi pada sumber daya manusia dan pengembangan AI lokal adalah kunci pertumbuhan masa depan,” tulis EDGE dalam pernyataan resminya.

Dengan kombinasi antara inovasi lokal, dukungan institusional, dan aplikasi praktis di sektor pertahanan dan keagamaan, UAE menunjukkan bahwa drone AI dan machine learning bukan lagi teknologi masa depan—melainkan fondasi strategis hari ini.

Berita Terkait