TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft secara resmi mengumumkan dua teknologi baru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam inti pipeline grafis DirectX saat ajang Game Developers Conference (GDC) 2026 berlangsung di San Francisco, Rabu (12/3/2026). Lewat sesi bertajuk “Evolving DirectX for the ML Era on Windows” dalam Xbox Dev Summit, raksasa teknologi asal Redmond itu memperkenalkan DirectX Linear Algebra dan DirectX Compute Graph Compiler — dua API baru yang dirancang menjadikan machine learning (ML) sebagai komponen kelas satu di dalam ekosistem grafis Windows, bukan sekadar tambalan pasca-proses seperti selama ini.
Dikutip dari blog resmi DirectX Developer Blog, DirectX Linear Algebra hadir untuk menjawab keterbatasan Shader Model 6.9 yang hanya mendukung operasi vektor-matriks. Fitur baru ini memperluas kemampuan matematis DirectX dengan menambahkan operasi matriks-matriks penuh di bawah satu model pemrograman tunggal berbasis HLSL, memungkinkan developer mengontrol secara eksplisit aliran data, komputasi matematika, dan eksekusi pada level shader. Teknologi ini secara langsung membuka jalan bagi teknik-teknik neural rendering seperti Neural Texture Compression dan Neural Radiance Caching agar dapat berjalan berdampingan dengan shading tradisional.
Sementara itu, DirectX Compute Graph Compiler hadir sebagai API compiler ML baru yang mampu mengeksekusi graf model penuh dengan performa GPU native-class. Sebagaimana dilaporkan Wccftech dan PCWorld, compiler ini memungkinkan model ML dari framework modern masuk langsung ke dalam engine game tanpa perlu penulisan ulang shader, dengan optimasi otomatis mencakup perencanaan memori, fusi operator, dan optimasi graf — semuanya terintegrasi langsung dengan D3D12 queue dan command list. Debugging pun terpusat: baik workload grafis maupun ML kini dapat ditangkap dalam satu sesi menggunakan alat PIX.
Dukungan dari seluruh produsen GPU besar datang bersamaan dengan pengumuman ini. Robert Shearer, CVP Silicon Design Engineering AMD, menyatakan dalam siaran pers resmi: “DirectX Linear Algebra dan DirectX Compute Graph Compiler memberi developer cara baru untuk mengintegrasikan machine learning langsung ke dalam pipeline grafis mereka, sambil tetap mempertahankan kontrol dan karakteristik performa yang mereka harapkan dari GPU modern.”
Lisa Pearce, Corporate Vice President Software Group Intel, turut mengonfirmasi dukungan penuh sejak hari pertama peluncuran: “DirectX Linear Algebra memberi developer fondasi baru yang kuat untuk membawa machine learning berbasis matriks langsung ke dalam alur kerja grafis real-time.”
Patrick Neill, Distinguished Engineer NVIDIA, menegaskan bahwa kedua kapabilitas tersebut akan didukung penuh pada GeForce RTX: “Dengan DirectX Linear Algebra dan DirectX Compute Graph Compiler, developer mendapatkan jalur fleksibel untuk mengintegrasikan ML level shader maupun level model secara mulus ke dalam pipeline grafis mereka.”
Menurut laporan AMD GPUOpen dan igor’sLAB, DirectX Linear Algebra dijadwalkan memasuki public preview pada April 2026, sementara DirectX Compute Graph Compiler baru akan tersedia dalam private preview pada musim panas 2026. Di luar dua fitur ML tersebut, Microsoft sekaligus mengumumkan Advanced Shader Delivery untuk Windows — sebuah sistem yang memungkinkan gamer mengunduh shader yang sudah dikompilasi secara penuh sesuai konfigurasi hardware spesifik mereka sebelum memulai permainan, menghilangkan stutter kompilasi yang selama ini menjadi salah satu keluhan paling menahun pengguna PC. Epic Games dikonfirmasi telah menjalani pengujian awal terhadap workflow ini, sebagaimana dikutip dari devblogs.microsoft.com.
Sebagai penutup roadmap GDC 2026, Microsoft juga mengisyaratkan preview awal DXR 2.0 beserta Shader Model 6.10 yang dijadwalkan hadir pada akhir musim panas 2026.