28 February 2026, 13:51

Terbongkar! Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Asusila, Kondom hingga Miras Berserakan

Aktivitas mencurigakan terungkap di kawasan Taman Kota Cawang, Jakarta Timur.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Zainur Akbar
708
Terbongkar! Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Asusila, Kondom hingga Miras Berserakan
Foto: Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, diduga menjadi tempat asusila. Di dalamnya ditemukan alat kontrasepsi bekas hingga botol minuman keras (miras). (Kurniawan/detikcom)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Aktivitas mencurigakan terungkap di kawasan Taman Kota Cawang, Jakarta Timur. Ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi sarana rekreasi warga itu diduga disalahgunakan sebagai lokasi praktik asusila oleh sejumlah pria pada malam hari. Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukannya berbagai barang yang mengindikasikan aktivitas tidak senonoh di dalam area taman.

Temuan itu didapati saat dilakukan penelusuran di lokasi pada Sabtu (28/2/2026). Di sekitar pohon besar di dalam taman, ditemukan bungkusan alat kontrasepsi berwarna merah yang masih terlihat jelas. Tak jauh dari lokasi tersebut, juga ditemukan kemasan gel atau pelumas yang telah digunakan, serta sejumlah bungkus tisu basah dengan merek tertentu.

Selain itu, terdapat pula kondom bekas pakai yang dibuang sembarangan di atas tanah. Di sela-sela batang pohon yang patah, terlihat dua botol minuman keras dalam kondisi tutup sudah terbuka dan sebagian isinya masih tersisa. Tak hanya itu, di area taman juga ditemukan kemasan minuman atau suplemen yang diduga sebagai penambah gairah seksual. Seluruh barang tersebut ditemukan dalam kondisi berserakan di sejumlah titik taman.

Dugaan sementara, para pelaku memasuki area taman melalui celah sempit di antara pagar pembatas taman dan dinding di sekitar lokasi. Akses tersebut berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, tepatnya di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur. Celah itu merupakan ujung pagar pembatas taman dengan trotoar dan memiliki lebar kurang dari satu meter.

Pada bagian bawah celah ditemukan beberapa batu berukuran cukup besar yang diduga digunakan sebagai pijakan untuk masuk ke dalam taman pada malam hari. Akses tidak resmi inilah yang disebut-sebut kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan aktivitas menyimpang di area ruang publik tersebut.

Saat ini, celah yang dijadikan akses masuk tersebut telah ditutup permanen menggunakan cor beton. Penutupan dilakukan dengan pengecoran penuh pada titik celah, yang untuk sementara masih ditopang menggunakan triplek sebagai penahan.

Penutupan akses tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur secara terpadu bersama lintas instansi. Kegiatan itu melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri atas Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

Camat Makasar Dimas Prayudi mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan penyalahgunaan fungsi taman tersebut. “Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota,” ujar Dimas, Jumat (27/2).

Menurutnya, petugas gabungan menemukan adanya celah pada pagar taman yang selama ini kerap digunakan warga untuk masuk secara tidak resmi ke area taman. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar ruang terbuka hijau tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak disalahgunakan.

Berita Terkait