21 January 2026, 21:26

Taylor Swift Terseret Drama Hukum “It Ends With Us”, Disebut Sempat Sindir Justin Baldoni “Playing Victim”

Nama Taylor Swift ikut terseret dalam sengketa hukum yang melibatkan Blake Lively dan sutradara sekaligus aktor film It Ends With Us, Justin Baldoni.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
2,621
Taylor Swift Terseret Drama Hukum “It Ends With Us”, Disebut Sempat Sindir Justin Baldoni “Playing Victim”
Taylor Swift kedapatan menghina sutradara It Ends with Us, Justin Baldoni, dalam percakapan pesannya dengan Blake Lively. (Getty Images via AFP/DIMITRIOS KAMBOURIS)

Perspektif.co.id -  Nama Taylor Swift ikut terseret dalam sengketa hukum yang melibatkan Blake Lively dan sutradara sekaligus aktor film It Ends With Us, Justin Baldoni. Dalam dokumen pengadilan yang baru dibuka ke publik, Swift disebut melontarkan umpatan kepada Baldoni saat berkirim pesan dengan Lively pada Desember 2024.

Mengacu pada kutipan yang tercantum dalam dokumen tersebut, Swift diduga menulis, “I think this b*tch knows something is coming because he’s gotten out his tiny violin,” yang secara idiomatik dipahami sebagai sindiran bahwa seseorang sedang “playing victim” atau berperan seolah korban. 

Dokumen itu muncul di tengah proses sengketa Lively vs Baldoni yang disebut menuju tahap krusial, termasuk agenda persidangan yang terkait permohonan putusan ringkas (summary judgment) dan jadwal perkara yang mengarah ke persidangan pada 2026. 

Pihak Lively dalam berkas yang sama menekankan bahwa keberadaan kutipan pesan tersebut tidak serta-merta membuktikan klaim pihak lawan terkait dugaan pembahasan “rencana” pemberitaan media. Dalam dokumen yang dikutip media, tim Lively menyatakan kutipan pesan itu “muncul dalam sumber yang dikutip,” namun membantah interpretasi tertentu yang dilekatkan oleh pihak Baldoni. 

Selain percakapan Swift, rangkaian dokumen yang dibuka juga memuat narasi ketegangan di balik layar produksi It Ends With Us. Dalam materi yang terungkap, Lively dikabarkan menuliskan keluhannya kepada penulis novel It Ends With Us, Colleen Hoover. Dalam salah satu kutipan pesan yang dicantumkan, Lively menilai dirinya diserang balik setelah menyampaikan keberatan, termasuk terkait tuduhan pelecehan seksual dan pelecehan emosional—tuduhan yang dibantah Baldoni. 

Di sisi lain, Baldoni melalui tim hukumnya tetap membantah tuduhan tersebut. Dalam laporan media, kuasa hukum Baldoni pernah menyatakan kliennya ingin “divindikasi” dan menunggu momen di pengadilan untuk memaparkan versinya. 

Nama Swift juga disebut dalam konteks lain: permintaan agar Swift mendukung revisi naskah versi Lively. Dalam dokumen yang dikutip, Swift diduga merespons, “I’ll do anything for you!!” Namun, tim Lively membantah narasi bahwa Swift “menjalankan perintah” Lively, bertemu Baldoni, atau mengesahkan draf revisi tersebut sebagaimana digambarkan pihak lawan. 

Keterlibatan Swift sendiri sebelumnya juga pernah ditepis. Seorang juru bicara Swift, dalam pernyataan yang dikutip media, menegaskan Swift tidak terlibat dalam proses kreatif, tidak hadir di lokasi syuting, dan tidak memberikan catatan atas film tersebut, termasuk menyebut Swift baru menonton film itu beberapa waktu setelah rilis publik. 

Di luar pesan Swift-Lively, dokumen yang dibuka juga memuat pernyataan pihak lain di proyek itu. Aktris Jenny Slate, misalnya, dalam dokumen yang dikutip media, menyebut pengalaman syutingnya “gross and disturbing” serta menyampaikan keberatan terhadap situasi di produksi, sementara pihak Baldoni dan pihak terkait disebut belum memberikan tanggapan cepat pada permintaan komentar dari media. 

Perkembangan sengketa ini menjadi sorotan karena menyangkut nama-nama besar Hollywood dan berdampak pada reputasi publik para pihak. Dalam salah satu rangkaian perkara yang terkait konflik tersebut, media hiburan juga melaporkan adanya dinamika hukum yang menyeret pemberitaan media besar, termasuk The New York Times, yang berujung pada gugatan lanjutan setelah sengketa pencemaran nama baik sebelumnya diberitakan telah kandas. 

Berita Terkait