22 October 2026, 15:44

Tangsel Tuntaskan Bedah 329 Rumah pada 2026, Pilar Siapkan Bantuan untuk 500 Rumah Tahun Depan

Pemkot Tangsel menuntaskan bedah 329 rumah tidak layak huni pada 2026. Pilar Saga Ichsan menyebut target bantuan meningkat menjadi 500 rumah pada 2027.

Reporter: Zainur Akbar
Editor: Deden M Rojani
14
Tangsel Tuntaskan Bedah 329 Rumah pada 2026, Pilar Siapkan Bantuan untuk 500 Rumah Tahun Depan
Wakil Walikota Tangsel Pilar saat meninjau rumah warga, Rabu (21/10) di Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menuntaskan perbaikan 329 Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) sepanjang 2026. Di tengah rampungnya program tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan juga meninjau langsung kondisi permukiman warga dan menemukan sejumlah rumah yang membutuhkan penanganan segera. Pemkot menargetkan perbaikan 500 rumah pada 2027.

Saat menyusuri lingkungan permukiman, Pilar mendatangi sejumlah rumah warga untuk melihat kondisi bangunan dan kelayakan tempat tinggal. Dari peninjauan tersebut, ia menyebut ada beberapa rumah yang memerlukan bantuan karena kerusakannya dinilai mengkhawatirkan.

“Ada 4 rumah kalau gak salah. Lalu juga tadi saya melihat ada beberapa warga yang memang membutuhkan rumahnya dilakukan pembedahan ya,” tutur Pilar, Rabu (21/10).

Pilar mengatakan, dari sejumlah rumah yang dikunjungi, terdapat dua lokasi yang berpotensi mendapatkan bantuan melalui program bedah rumah Pemkot Tangsel. Salah satu rumah yang ditinjau mengalami kerusakan pada bagian dinding dan struktur atap sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Jadi kondisi bangunannya sudah memprihatinkan. Ada 2 titik yang saya mungkin nanti bantu ya melalui program seperti itu, program pemerintah kota melalui program bedah rumah. Memang ya kondisinya yang tadi terutama yang pertama itu sangat mengkhawatirkan ya. Dari dindingnya sudah sangat keropos gitu kan, strukturnya sudah tidak baik lah. Lalu juga kondisi struktur atapnya juga sudah hampir rubuh. Nah ini saya rasa harus penanganan segera,” tegas Pilar.

Untuk memperluas penanganan rumah tidak layak huni, Pemkot Tangsel merencanakan peningkatan jumlah penerima manfaat pada tahun depan. Pilar menyebut, rumah-rumah yang membutuhkan penanganan akan menjadi perhatian pemerintah sesuai dengan program dan ketentuan bantuan yang berlaku.

“InsyaAllah di 2027 nanti kita ada 500 rumah yang akan dilakukan pembedahan se-Kota Tangerang Selatan. Ya, ini akan kita berikan salah satunya untuk rumah yang tadi saya sambangin seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan, program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak sebatas memperbaiki bangunan, tetapi juga mendorong terciptanya hunian yang lebih sehat dan aman bagi penerima manfaat.

“Yang kita lakukan bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Ke depan tentu kita berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat,” ujar Benyamin.

Benyamin menjelaskan, penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat kelayakan rumah. Pemerintah berupaya memastikan program tersebut menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Yang kita prioritaskan adalah masyarakat yang memang membutuhkan, sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup warga,” kata Benyamin.

Program RUTLH menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat miskin, serta penyandang disabilitas yang tidak produktif. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan RUTLH.

Setiap rumah penerima memperoleh bantuan senilai Rp75 juta. Bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bahan bangunan serta jasa atau tenaga kerja untuk mendukung proses perbaikan hunian.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangerang Selatan Aries Kurniawan mengatakan, seluruh target perbaikan rumah yang ditetapkan untuk 2026 telah direalisasikan.

“Target bedah rumah tahun 2026 sebanyak 329 unit dan Alhamdulillah sudah terealisasikan seluruhnya,” ujar Aries.

Berdasarkan data Pemkot Tangsel, program perbaikan RUTLH tahun 2026 tersebar di tujuh kecamatan. Pondok Aren memperoleh alokasi terbanyak dengan 77 unit rumah, disusul Serpong sebanyak 56 unit dan Ciputat sebanyak 49 unit.

Selanjutnya, alokasi perbaikan mencakup Kecamatan Pamulang sebanyak 40 unit, Serpong Utara 38 unit, Ciputat Timur 37 unit, serta Setu 32 unit. Dengan demikian, total 329 rumah yang menjadi sasaran program pada 2026 telah selesai direalisasikan.

Rampungnya seluruh target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pemkot Tangsel berharap program bedah rumah dapat terus diperluas agar semakin banyak warga memperoleh tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.

Berita Terkait