18 October 2026, 09:38

RTX Spark N1X Akhirnya Dites: GPU Gila, Baterai 14 Jam, tapi Ada Satu Kelemahan yang Bikin Gamer Waspada

Review awal RTX Spark N1X di Surface Laptop Ultra: GPU setara RTX 5070, baterai 14 jam, harga mulai Rp46,5 juta. Simak kekurangan Windows on Arm-nya.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
8
RTX Spark N1X Akhirnya Dites: GPU Gila, Baterai 14 Jam, tapi Ada Satu Kelemahan yang Bikin Gamer Waspada
Surface Laptop Ultra hitam dengan chip NVIDIA RTX Spark N1X, laptop Windows on Arm dengan GPU Blackwell dan memori 128GB yang mulai dijual 16 Oktober 2026. (Foto: Microsoft)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Laptop pertama dengan chip itu mulai dikirim pada 16 Oktober 2026. Pre-order Surface Laptop Ultra dibuka dengan harga mulai 2.599 dolar AS hingga 5.899 dolar AS, dengan pengiriman dimulai 16 Oktober. Dengan kurs referensi Bank Indonesia sekitar Rp17.898 per dolar AS, rentang harga itu setara kira-kira Rp46,5 juta hingga Rp105,6 juta.

Gelombang ulasan produksi datang bersamaan dengan penjualan perdana. Embargo ulasan dicabut dan ringkasan awal datang dari ComputerBase, HotHardware, Tom's Guide, Trusted Reviews, Windows Central, dan KitGuru. Kesimpulannya relatif seragam: GPU unggul, CPU tidak sespektakuler itu.

Tim StorageReview menguji Surface Laptop Ultra for Business dengan GPU Blackwell 6.144 inti dan RAM 128GB yang dibagi 64GB untuk sistem dan 64GB untuk GPU. Unit tersebut berjalan di Windows 11 Pro 26H1 (Arm64) dengan SSD Gen5 1TB.

Hasilnya mengesankan di sisi multi-core. StorageReview menyebut chip ini sebagai prosesor notebook dengan performa multi-thread paling kuat yang pernah mereka uji. Bandwidth memori tercatat 122GB/s, dan alokasi memori GPU bisa dinaikkan hingga 96GB.

Dalam ulasannya, tim StorageReview menegaskan keunggulan itu secara lugas.

"Prosesor multi-thread terkuat yang pernah kami lihat di sebuah notebook," tulis tim StorageReview dalam ulasan Surface Laptop Ultra for Business.

Judul ulasan itu juga menyebut laptop ini menjalankan agen coding 35 miliar parameter dengan kecepatan 89 token per detik, namun disertai satu catatan besar. Bagi pengembang yang ingin menjalankan model AI lokal, memori besar menjadi nilai jual utama. Laporan Tech Times menyebut tidak ada laptop lain yang menawarkan lebih dari 24GB memori GPU yang bisa dipakai.

Di sisi ketahanan baterai, HotHardware mencatat hasil yang mendekati klaim Microsoft. Unit uji mereka bertahan 14 jam 35 menit, sementara Microsoft mengklaim 15 jam pemutaran video. Namun, performa tes Speedometer turun sekitar 18 persen saat memakai baterai.

HotHardware merangkum kesan keseluruhannya dalam satu kalimat pendek.

"Platform PC berbasis Arm yang baru dan bertenaga, meski dibanderol mahal," tulis tim ulasan HotHardware dalam hasil uji RTX Spark N1X.

Mereka mencantumkan skor CPU single-thread yang rendah, harga premium, dan ketidakcocokan dengan sebagian anti-cheat sebagai kekurangan. Catatan terakhir itulah yang paling dikhawatirkan gamer.

Notebookcheck, yang menguji Asus ProArt P16, memberi gambaran serupa. CPU-nya dinilai lebih baik daripada Intel maupun AMD, termasuk Strix Halo, tetapi M5 Pro jauh lebih cepat. Performa GPU disebut setara RTX 5070 dengan VRAM jauh lebih besar, dan performa penuh tetap didapat saat memakai baterai.

Notebookcheck memberi penilaian yang cukup berani untuk laptop ini.

"Laptop Windows paling menarik yang bisa dibeli saat ini," tulis tim Notebookcheck dalam ulasan Asus ProArt P16 RTX Spark.

Pengujian game menunjukkan harga dari emulasi. Di Cyberpunk 2077, N1X kehilangan keunggulan atas RTX 5070 dan lebih dekat ke RTX 5060, meski masih kompetitif di Baldur's Gate 3.

Wccftech punya pengalaman lebih mulus dengan sisi perangkat lunaknya. Mereka menilai sebagian besar orang tidak akan menyadari sedang memakai Arm. Penguji juga mencatat skor 3DMark Port Royal 8.601 dan Fire Strike 21.199.

Wccftech menyatakan kesannya tanpa tedeng aling-aling.

"Terasa seperti PC Windows kelas satu, bukan eksperimen Windows on Arm," tulis tim Wccftech dalam ulasan Asus ProArt P16 RTX Spark.

Soal anti-cheat, NVIDIA dan Microsoft menyiapkan jawabannya. Kepada Tom's Hardware, NVIDIA menyatakan sedang menggarap dukungan Easy Anti-Cheat, BattlEye, dan Denuvo, sehingga anti-cheat berjalan native sementara gamenya tetap diemulasi. Ricochet milik Call of Duty pun disebut sedang dikembangkan untuk ARM64, dengan game dijadwalkan hadir pada 2027.

Meski begitu, Tom's Hardware Italia tetap berhati-hati. Mereka menyebut anti-cheat game kompetitif online masih menjadi rintangan paling sulit karena bekerja di dekat kernel. Skeptisisme juga muncul di komunitas, dengan banyak komentar di Hacker News mempertanyakan kompatibilitas.

Selain Surface Laptop Ultra, chip ini akan hadir di ASUS ProArt P16 dan P14, Dell XPS 16 Creator Edition, HP OmniBook Ultra 16 dan X 14, Lenovo Yoga Pro 9n, serta MSI Prestige N16 Flip AI+. Untuk kreator, peneliti, dan pengembang AI yang butuh memori besar, laptop ini menjadi pilihan menarik. Bagi gamer kompetitif, tunggu dulu sampai dukungan anti-cheat benar-benar terbukti.

Berita Terkait