05 October 2026, 11:08

Tangsel Dorong UMKM Go Global, Pilar Ungkap Syarat Tembus Pasar Eropa dan Jepang

Pilar Saga mendorong UMKM Tangsel go digital dan go global melalui Entrepreneur Hub 2026, dari penguatan bisnis hingga peluang ekspor ke Eropa dan Jepang.

Reporter: Redaksi Perspektif
Editor: Deden M Rojani
16
Tangsel Dorong UMKM Go Global, Pilar Ungkap Syarat Tembus Pasar Eropa dan Jepang
Wakil Walikota Tangsel Pilar saat menghadiri Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Tangsel, Selasa (29/9/2026).

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional dan global. Pemanfaatan teknologi digital, penguatan manajemen, inovasi produk, hingga perluasan jaringan usaha dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi penting seiring perubahan dunia usaha yang semakin dinamis. Hal itu disampaikan Pilar dalam Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Tangsel, Selasa (29/9/2026).

"Tentu UMKM dan para pelaku usaha, mereka memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, di tengah dunia usaha yang terus berubah, pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas manajerial, melakukan inovasi-inovasi, memperluas akses pasar, memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, serta membangun jaringan usaha yang kuat," ujar Pilar.

Menurut Pilar, perubahan pola bisnis membuat pelaku UMKM tidak lagi cukup hanya mengandalkan pola usaha konvensional. Penguatan manajemen, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, digitalisasi, serta jaringan usaha perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bisnis dapat tumbuh dan bertahan dalam persaingan.

Pengembangan UMKM juga dinilai memiliki kaitan erat dengan penguatan perekonomian daerah. Ketika semakin banyak pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya, peluang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat juga semakin terbuka.

"Pelaku UMKM dan ekraf ini memiliki peran yang sangat penting di Tangerang Selatan untuk membangkitkan perekonomian daerah, terutama pendapatan asli daerah, dan tentunya ini akan berdampak positif terhadap kualitas investasi di Tangerang Selatan," kata dia.

Karena itu, Pilar menekankan pengembangan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan forum atau kegiatan pelatihan. Pemerintah perlu mengetahui secara lebih rinci kebutuhan pelaku usaha, potensi yang dapat dikembangkan, peluang pasar yang tersedia, serta berbagai hambatan yang masih dihadapi UMKM.

"Yang harus kita identifikasi bersama, apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha skala mikro di UMKM kita, lalu apa potensi yang dapat dikembangkan, peluang apa yang dapat dimanfaatkan, serta hambatan apa yang harus kita selesaikan bersama," jelasnya.

Pilar juga menyoroti peluang bagi produk UMKM Tangsel untuk masuk ke pasar ekspor. Ia menilai sejumlah produk lokal sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar internasional, tetapi pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan agar produk dan proses bisnis mereka memenuhi persyaratan negara tujuan.

"Bagaimana mereka bisa menjual produknya bukan hanya di nasional, bahkan di global, bagaimana syarat-syaratnya untuk diterima. Misalkan di pasar Eropa, di pasar Jepang, itu kualifikasinya sangat ketat sekali. Nah, ini yang perlu pendampingan khusus," ujar Pilar.

Sebagai gambaran, Pilar mencontohkan salah satu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang berada di Taman Tekno. Pelaku usaha tersebut disebut mampu mengekspor produk bumbu dan rempah hingga sekitar tujuh ton untuk kebutuhan haji pada 2026.

Menurut Pilar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan pelaku usaha Tangsel memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Namun, peluang tersebut perlu didukung pendampingan yang sesuai agar pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan pasar dan menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Selain memperluas pasar, Pilar mengingatkan pelaku UMKM agar tidak mengabaikan kemampuan mengelola keuangan. Pelaku usaha perlu menyusun perencanaan bisnis jangka panjang dengan memperhitungkan arus kas, margin keuntungan, risiko usaha, hingga penyusutan aset.

"Bagaimana margin yang bisa dia dapatkan, bagaimana penyusutan alat. Ini kadang perusahaan-perusahaan kita atau para pelaku usaha kita belum berpikir sampai sana. Dia punya satu mesin, satu mesin industri kecil menengah, tapi dia tidak berpikir tentang penyusutan asetnya," jelasnya.

Menurut dia, kemampuan menghitung berbagai komponen tersebut penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi bisnis secara lebih utuh. Pengelolaan aset dan keuangan yang tidak diperhitungkan sejak awal berpotensi memengaruhi kemampuan usaha dalam berkembang.

Pilar juga meminta pelaku usaha lebih berhati-hati dalam menggunakan pembiayaan. Akses permodalan, termasuk pinjaman, perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usaha sehingga pembiayaan tidak justru menjadi beban bagi bisnis pada masa mendatang.

Ia berharap Tangerang Selatan Entrepreneur Hub dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di Tangsel. Keberhasilan program tersebut, menurut Pilar, tidak cukup diukur dari jumlah forum atau kegiatan yang diselenggarakan, tetapi harus terlihat dari perkembangan nyata para pelaku usaha yang mendapatkan dukungan.

Dengan penguatan kapasitas, akses pasar, digitalisasi, pengelolaan bisnis, serta pendampingan yang tepat, pemerintah berharap semakin banyak pengusaha asal Tangsel mampu berkembang dalam jangka panjang.

"Insyaallah dalam lima tahun, 10 tahun ke depan tumbuh para pengusaha hebat di Kota Tangerang Selatan yang bisa memberi sumbangsih bagi negara, bisa memberi sumbangsih bagi masyarakat, dan juga bisa membanggakan kita semua," tuturnya.

Berita Terkait