TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat memperkuat penanganan gizi buruk dan tengkes melalui langkah strategis yang menyasar langsung kawasan permukiman padat penduduk. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan secara resmi melakukan peresmian Pos Gizi Kepiting yang terletak di RW 01, Kelurahan Lengkong Gudang, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kesehatan anak.
Langkah masif tersebut didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan yang mencatat perkembangan signifikan dalam penyediaan infrastruktur kesehatan pencegahan stunting di seluruh wilayah kota. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar memaparkan bahwa jumlah fasilitas penunjang gizi masyarakat kini telah mencapai puluhan titik yang tersebar merata dan akan terus bertambah dalam waktu dekat menjelang agenda peresmian lanjutan.
“Pos Gizi akan kita bentuk, dan hari ini sampai hari ini ada 59 titik, berarti Post Gizi yang ada di Tangerang Selatan. Jadi nanti masih ada 3 titik lagi yang akan kita di resmikan pak Wakil di 3 hari ke depan. Izin Bapak dan Ibu semuanya, Post Gizi ini adalah merupakan program rencana pembangunan jangka menengah panjang di Tangerang Selatan untuk mengentaskan angka Stunting di Tangerang Selatan seperti yang kita harapkan,” ungkap Allin, Senin (19/10) di Lengkong Gudang, Serpong, Tangsel.
Kehadiran program tersebut mendapat perhatian khusus dari pimpinan daerah yang langsung meninjau efektivitas layanan di lapangan serta berinteraksi secara langsung dengan warga setempat. Dalam keterangannya usai meresmikan fasilitas tersebut, Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa program intervensi gizi ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari inisiatif komprehensif yang telah dirintis sejak tahun-tahun sebelumnya dan kini semakin diperluas cakupannya ke seluruh kecamatan di Tangerang Selatan demi memastikan tidak ada warga yang terlewat dari jangkauan pelayanan kesehatan dasar.
“Ya, jadi hari ini saya meresmikan Pos Gizi Kepiting ya, di RW 01 Lengkong Gudang. Lengkong Gudang? Lengkong Gudang. Jadi ya, awas aduh,” ujar Pilar.
Lebih lanjut, Pilar menegaskan bahwa program ini dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif kader kesehatan posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Melalui bimbingan para kader, warga diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kualitas asupan nutrisi sejak dini bagi tumbuh kembang anak serta kesehatan fisik ibu hamil.
“Ya, jadi program Pos Gizi ini sudah ada di semua kecamatan setangsel, program dari 2023 ya sebetulnya. Program yang sudah cukup lama dan kita akan membangun 7 Pos Gizi ditangsel di tahun 2026. Ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Pos Gizi ini oleh para kader kesehatan, supaya masyarakat melek terhadap pentingnya gizi baik buat anak maupun ibu hamil,” jelas Pilar.
Selain aspek edukasi pencegahan stunting, pemerintah kota juga menyalurkan paket intervensi berupa makanan tambahan bergizi tinggi yang telah terbukti konsisten berjalan selama beberapa tahun terakhir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah. Bantuan pangan ini difokuskan khusus bagi para ibu hamil serta balita yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan agar mendapatkan pemulihan gizi yang optimal secara berkala.
“Lalu juga ada makanan tambahan, makanan bergizi yang kita berikan, yang tadi sudah berjalan selama 3 tahun dan Alhamdulillah sangat membantu sekali untuk para ibu-ibu yang membutuhkan baik untuk ibu hamil maupun untuk yang anak-anaknya yang dinilai mengalami stunting seperti itu,” imbuhnya.
Di sela-sela agenda peresmian Pos Gizi Kepiting tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan juga memanfaatkan kesempatan untuk menyusuri lingkungan perkampungan warga guna melihat secara langsung kondisi permukiman dan infrastruktur tempat tinggal masyarakat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, terdapat beberapa rumah warga yang memerlukan perhatian khusus akibat kondisi bangunan yang sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak layak huni.
“Ada 4 rumah kalau salah. Lalu juga tadi saya melihat ada beberapa warga yang memang membutuhkan rumahnya dilakukan pembedahan ya,” tutur Pilar.
Pilar merinci bahwa dari sejumlah titik yang dikunjungi, terdapat beberapa bangunan yang mengalami kerusakan parah pada struktur penopang utama, mulai dari bagian dinding yang keropos hingga kerangka atap yang hampir ambruk dan membahayakan keselamatan penghuninya sehingga memerlukan penanganan darurat dari pemerintah kota.
“Jadi kondisi bangunannya sudah memprihatinkan. Ada 2 titik yang saya mungkin nanti bantu ya melalui program seperti itu, program pemerintah kota melalui program bedah rumah. Bagaimana Pak tadi kelihatan kondisi rumahnya Pak pas Bapak ke lapangan? Memang ya kondisinya yang tadi terutama yang pertama itu sangat menghawatirkan ya. Dari dindingnya sudah sangat keropos gitu kan, strukturnya sudah tidak baik lah. Lalu juga kondisi struktur atapnya juga sudah hampir rubuh. Nah ini saya rasa harus penanganan segera,” tegas Pilar.
Menutup rangkaian kunjungan kerja tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas program perbaikan hunian tidak layak huni secara masif di masa mendatang guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat secara menyeluruh di seluruh wilayah administratif Kota Tangerang Selatan.
“InsyaAllah di 2027 nanti kita ada 500 rumah yang akan dilakukan pembedahan sekota Tangerang Selatan. Ya ini akan kita berikan salah satunya untuk rumah yang tadi saya sambangin seperti itu,” pungkasnya.