Perspektif.co.id - Luapan Sungai Cimanceri memicu banjir yang merendam permukiman warga di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (13/1). Genangan air dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga di dua RT dengan ketinggian bervariasi, mulai sekitar 20 sentimeter hingga lebih dari 1 meter, membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, meski rumahnya terendam, sejumlah warga memilih tetap bertahan di kediaman masing-masing. Di tengah genangan, beberapa warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang penting, termasuk dokumen berharga hingga perangkat elektronik, ke tempat yang lebih aman agar tidak rusak terkena air.
Tak hanya permukiman, banjir juga meluas hingga area persawahan di sekitar lokasi. Lahan yang semula berupa hamparan sawah berubah menjadi genangan luas sejauh pandangan, menandakan limpasan air tidak hanya terkonsentrasi di kawasan rumah warga.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdulrosyied, menyatakan banjir mulai menggenangi wilayah tersebut sejak Selasa dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menyebut puluhan rumah terdampak akibat debit air sungai yang meningkat. “Aliran Sungai Cimanceri ini airnya cukup tinggi, kami terdampak di Desa Margasari, ada 30 rumah terdampak,” kata Cucu, Selasa siang.
Seiring ketinggian air yang masih berpotensi bertambah, pemerintah kecamatan menyatakan masih terus memantau perkembangan situasi dalam beberapa jam ke depan. “Kami masih memantau kondisi air dalam dua hingga tiga jam ke depan,” ujar Cucu.
Sebagai langkah antisipasi jika kondisi memburuk, pemerintah daerah menyiapkan skema dukungan darurat di lapangan. Opsi pendirian dapur umum hingga pemetaan titik pengungsian mulai disiapkan agar warga bisa dievakuasi apabila genangan meningkat. “Kami terus meningkatkan kewaspadaan bersama perangkat desa serta unsur TNI dan Polri,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas tinggi juga dilaporkan memicu banjir di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang, dengan ketinggian bervariasi di berbagai wilayah terdampak.