TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — SoftBank dan Nokia memamerkan demonstrasi teknologi terbaru yang memperluas kemampuan AI-RAN orchestrator untuk mengeksekusi beban kerja AI eksternal di dalam infrastruktur jaringan. Demo ini dilakukan setelah SoftBank mengintegrasikan fungsi baru ke dalam AITRAS Orchestrator—platform orkestrasi AI-RAN miliknya—yang kini dapat beroperasi bersama Nokia AI‑RAN External Compute Engine, sistem komputasi terdistribusi milik Nokia Bell Labs. Integrasi tersebut memungkinkan operator membuka akses komputasi AI kepada pelanggan eksternal tanpa memerlukan platform komputasi mereka sendiri, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya jaringan.
Dalam rilis resminya, SoftBank menegaskan bahwa kemampuan baru ini memungkinkan AITRAS mengalokasikan CPU dan GPU secara dinamis untuk kebutuhan AI maupun kontrol RAN, termasuk ketika permintaan komputasi meningkat dari pihak ketiga. Sebelumnya, orkestrator hanya digunakan untuk beban kerja internal, sehingga fluktuasi trafik sering membuat sebagian kapasitas komputasi tidak terpakai. Dengan membuka akses bagi beban kerja eksternal, operator dapat meningkatkan efisiensi investasi dan menciptakan sumber pendapatan baru dari layanan komputasi terdistribusi.
“Dengan menggabungkan vRAN Nokia dan AITRAS Orchestrator, kami berhasil mewujudkan koeksistensi AI dan RAN pada satu server berbasis GPU,” ujar Hideyuki Tsukuda, EVP & CTO SoftBank Corp., dalam pernyataan terpisah. “Orkestrator memantau ketersediaan CPU dan GPU secara real time untuk mengoptimalkan penempatan beban kerja dan memaksimalkan efisiensi infrastruktur.”
Demo ini menandai langkah penting menuju komersialisasi AI-RAN, di mana operator dapat menjalankan AI dan vRAN secara bersamaan pada satu platform virtualisasi. Teknologi tersebut juga membuka jalan bagi model bisnis baru, termasuk penyediaan layanan komputasi AI berlatensi rendah melalui jaringan terdistribusi. SoftBank menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan Nokia untuk memperluas kasus penggunaan AI-RAN dan mempercepat adopsi jaringan generasi berikutnya.