14 March 2026, 03:44

Lebaran Sudah Dipastikan! Australia Resmi Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Indonesia Masih Tunggu Sidang Isbat

Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Australia telah diumumkan secara resmi.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,767
Lebaran Sudah Dipastikan! Australia Resmi Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Indonesia Masih Tunggu Sidang Isbat
Foto: Suasana Ibadah Shalat Jumat di Masjid Perth, Australia. / Doc : istimewa

NASIONAL, Perspektif.co.id - Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Australia telah diumumkan secara resmi. Otoritas keagamaan Muslim di negara tersebut memastikan bahwa perayaan Lebaran akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.Keputusan itu diumumkan oleh Australian National Imams Council bersama Australian Fatwa Council setelah melakukan kajian astronomi dan pemantauan posisi bulan secara menyeluruh melalui observatorium lokal maupun jaringan pengamatan global.

Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menegaskan bahwa Ramadan 1447 Hijriah akan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026.

“Dewan Fatwa Australia telah mengonfirmasi, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan observatorium lokal dan global, bahwa Bulan Ramadan akan berakhir pada hari Kamis, 19 Maret 2026, yang akan menjadi hari terakhir Ramadan tahun 1447 H/2026. Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026, dan hari pertama Bulan Syawal 1447 H/2026,” demikian pengumuman resmi lembaga tersebut pada Kamis (13/3/2026).

Penetapan tersebut didasarkan pada metode astronomi yang digunakan oleh Mufti Agung Australia bersama Dewan Fatwa Australia. Metode ini mempertimbangkan sejumlah parameter ilmiah terkait posisi bulan, termasuk kemunculan bulan sebelum matahari terbenam, lama waktu bulan tetap berada di atas horizon setelah matahari terbenam, serta kemungkinan visibilitas hilal di wilayah Australia dan kawasan sekitarnya.

Pendekatan tersebut menjadi dasar perhitungan untuk menentukan awal bulan Syawal yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan dimulainya perayaan Idulfitri bagi umat Muslim.

Meski telah menetapkan tanggal resmi Lebaran, Dewan Fatwa Australia juga menegaskan bahwa mereka tetap menghormati kemungkinan adanya perbedaan pandangan dalam penentuan awal Syawal.

Lembaga tersebut bahkan mengajak komunitas Muslim untuk tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan metode atau hasil penentuan.

“Meminta semua Muslim untuk menghormati perbedaan pendapat dalam hal ini dan berupaya menuju persatuan komunitas Muslim dalam melestarikan nilai-nilai dan kepentingan bersama yang mereka miliki dan bagi bersama,” demikian imbauan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Sementara itu di Indonesia, penetapan hari raya Idulfitri masih menunggu keputusan resmi pemerintah. Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar pemantauan hilal sekaligus sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah.

Sidang penetapan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026. Hasil sidang isbat nantinya akan menjadi acuan resmi bagi umat Muslim di Indonesia dalam menentukan waktu perayaan Idulfitri.

Proses sidang isbat biasanya melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, pakar falak, hingga instansi pemerintah terkait.

Berita Terkait