12 December 2025, 23:41

Harga RAM Melejit, Lenovo hingga Dell Siap Naikkan Harga Laptop dan PC Mulai 2026

Lonjakan harga memori komputer (RAM) dalam dua bulan terakhir mulai menekan industri perangkat komputasi global.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
3,830
Harga RAM Melejit, Lenovo hingga Dell Siap Naikkan Harga Laptop dan PC Mulai 2026
Ilustrasi laptop. Foto: Fredrick Tendong/Unsplash

Jakarta,Perspektif.co.id – Lonjakan harga memori komputer (RAM) dalam dua bulan terakhir mulai menekan industri perangkat komputasi global. Kenaikan tajam ini membuat banyak konsumen berpikir ulang untuk merakit PC baru, sementara mereka yang berencana meng-upgrade laptop disarankan segera bertindak sebelum harga perangkat ikut melambung pada 2026.

Mengacu laporan firma riset pasar TrendForce, mayoritas produsen laptop kini tengah menghitung ulang struktur biaya dan mempertimbangkan penyesuaian harga jual. Biaya komponen memori yang terus meroket memaksa pabrikan mengalihkan beban kenaikan ke harga akhir produk di tangan konsumen.

Lenovo disebut sudah memberi sinyal lebih dulu kepada mitra ritel bahwa harga produknya akan disesuaikan mulai 1 Januari 2026. Informasi ini terungkap dari dokumen internal yang dikutip sumber di industri.

Perubahan tersebut berarti toko-toko akan menerima daftar harga eceran yang direkomendasikan (MSRP) baru untuk lini desktop dan laptop Lenovo. Pada akhirnya, konsumen berpotensi harus membayar lebih mahal ketika membeli perangkat baru.

Produsen besar lain seperti HP dan Dell juga dikabarkan mengambil langkah serupa. Media Korea Selatan Chosun Ilbo melaporkan, kedua perusahaan itu tengah meninjau kembali portofolio produknya hanya beberapa pekan sebelum dipamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

CEO HP Enrique Lores menjelaskan, memori menjadi salah satu komponen utama dalam biaya produksi PC. Menurut dia, porsi biaya RAM dalam satu unit perangkat kini tidak bisa lagi dipandang kecil.

“RAM menyumbang sekitar 15-20 persen dari total biaya sebuah PC,” ujar Lores, seraya menambahkan tekanan biaya semakin besar di tengah tren laptop berkemampuan kecerdasan buatan (AI) yang menuntut spesifikasi memori lebih tinggi.

Munculnya kategori PC dan laptop AI, termasuk perangkat yang mendukung platform seperti Microsoft Copilot+, mendorong kebutuhan kapasitas RAM minimal 16 GB atau lebih agar fitur pemrosesan AI di perangkat (on-device AI) dapat berjalan optimal.

Sumber TrendForce yang tidak disebutkan namanya menyebutkan, Dell kemungkinan akan menaikkan harga perangkatnya di kisaran 15-20 persen pada pertengahan Desember. Kebijakan tersebut digambarkan sebagai bentuk penyesuaian atas lonjakan biaya memori yang tidak dapat dihindari.

Dalam pernyataannya kepada Gizmodo yang dikutip detikINET, juru bicara Dell menegaskan perusahaan tetap mengedepankan strategi harga yang selektif namun realistis.

“Sama seperti perusahaan lain di industri ini, Dell mengambil kebijakan penetapan harga yang terarah bila diperlukan, dengan tetap menjaga keberlanjutan pasokan dan komitmennya terhadap pelanggan,” kata juru bicara tersebut.

Harga RAM melesat tajam dalam dua bulan terakhir seiring kelangkaan pasokan DRAM dan NAND yang menjadi basis memori utama untuk RAM dan media penyimpanan flash. Di saat yang sama, raksasa semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix memilih memprioritaskan lini produksi high bandwidth memory (HBM) untuk pusat data kecerdasan buatan.

Fokus pada HBM membuat kapasitas produksi memori untuk perangkat konsumen, seperti modul RAM desktop dan laptop, relatif terpinggirkan. Margin keuntungan yang jauh lebih besar di segmen pusat data AI membuat produsen lebih agresif mengalokasikan wafer dan kapasitas pabrik ke lini tersebut.

Perubahan strategi juga terlihat pada Micron. Salah satu pemain besar di pasar memori ini dilaporkan berhenti menjual RAM di bawah merek konsumen Crucial untuk lebih memusatkan pasokan memori ke kebutuhan pusat data.

Perkembangan ini menegaskan bahwa kelangkaan memori di segmen consumer bukan sekadar gangguan sementara, melainkan konsekuensi dari pergeseran fokus bisnis global menuju infrastruktur AI. Jika tren ini berlanjut, 2026 berpotensi menjadi tahun ketika harga laptop dan PC mengalami penyesuaian signifikan, terutama untuk perangkat dengan spesifikasi RAM besar. Konsumen yang sudah merencanakan pembelian atau upgrade sistem disarankan memperhitungkan dinamika harga ini sejak dini.

Berita Terkait