Perspektif.co.id - Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi untuk mengusut peristiwa meninggalnya pemengaruh sekaligus selebgram Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Kelima saksi itu mencakup asisten rumah tangga (ART), asisten pribadi, sopir, Reza “Arap” Oktovian, serta seorang rekan almarhumah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut, pemeriksaan dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ada lima yang dipanggil,” kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (26/1). (Antara News) Ia menambahkan, tiga saksi—ART, asisten pribadi, dan sopir—telah lebih dulu hadir memenuhi panggilan penyidik.
Untuk Reza Oktovian yang dikenal sebagai Reza Arap, polisi menyatakan yang bersangkutan telah mengonfirmasi kehadiran dan dijadwalkan hadir pada sore hari. “Reza bisa hadir sore,” ujar Budi. (https://www.metrotvnews.com) Sementara satu rekan Lula meminta pemeriksaan dilakukan pada Rabu (28/1), sehingga jadwal keterangannya menyesuaikan.
Kasus ini bermula ketika Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen yang ditempatinya di kawasan Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1) sekitar pukul 18.44 WIB. Korban ditemukan setelah saksi mencurigai kondisi Lula yang disebut sedang sakit, sementara pintu kamar dalam keadaan terkunci, lalu meminta bantuan pengelola untuk membuka pintu.
Polisi menyatakan tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih. (kupang.antaranews.com) Di lokasi, penyidik juga menemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI. Lula sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, sebelum akhirnya jenazah dibawa ke RS Fatmawati.
Seiring pemeriksaan saksi, polisi menyatakan proses penyelidikan masih berjalan, termasuk menunggu hasil uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan untuk memperjelas penyebab kematian. Di sisi lain, jenazah Lula Lahfah telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1).