TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Anthropic baru saja mengumumkan pencapaian signifikan dari inisiatif Project Glasswing, di mana model AI Mythos Preview berhasil mengidentifikasi lebih dari 10.000 kerentanan software dengan tingkat keparahan tinggi atau kritis dalam waktu satu bulan operasional. Laporan kemajuan perdana ini menyoroti bagaimana teknologi frontier AI dapat digunakan untuk memperkuat infrastruktur software global sebelum dimanfaatkan oleh aktor ancaman. Dalam prosesnya, model tersebut telah memindai lebih dari 1.000 proyek open-source secara intensif.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Benzinga, temuan ini mencakup 6.202 kerentanan serius dari total 23.019 hasil identifikasi di berbagai codebase. Audit independen dari enam firma keamanan siber mengonfirmasi bahwa 90,6 persen dari temuan yang diperiksa merupakan temuan valid, dengan 62,4 persen di antaranya dikategorikan memiliki tingkat risiko tinggi atau kritis. Proses validasi ketat ini menjadi bukti efektivitas model Mythos Preview dalam menyisir kode kompleks.
Salah satu temuan paling menonjol menurut laporan dari Investing, melibatkan library kriptografi open-source wolfSSL yang digunakan pada miliaran perangkat di seluruh dunia. Mythos Preview berhasil merancang exploit yang memungkinkan penyerang membuat sertifikat palsu untuk memalsukan situs perbankan, sebuah celah yang kini resmi diberi nomor CVE-2026-5194. Penemuan ini menekankan potensi bahaya nyata yang mampu dideteksi oleh AI sebelum celah tersebut digunakan untuk aktivitas jahat.
"Jendela waktu antara kerentanan ditemukan dan dieksploitasi oleh musuh telah runtuh, apa yang dulunya memakan waktu berbulan-bulan kini terjadi dalam hitungan menit dengan AI," ujar CTO CrowdStrike, Elia Zaitsev, dalam kutipan yang dilansir oleh situs resmi Anthropic.
Hasil implementasi di mitra komersial menunjukkan dampak yang bervariasi, di mana Cloudflare melaporkan penemuan 2.000 bug, sementara Mozilla berhasil memperbaiki 271 kerentanan pada Firefox 150 menggunakan bantuan Mythos Preview, angka yang melonjak lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan penggunaan model Claude Opus 4.6 sebelumnya. Data ini dilaporkan melalui news.ycombinator sebagai tolok ukur efisiensi model AI baru tersebut.
Merespons efektivitas proyek ini, IBM resmi bergabung dengan Project Glasswing pada 19 Mei lalu untuk mengintegrasikan Mythos Preview ke dalam alur kerja cybersecurity mereka yang didukung oleh alat keamanan berbasis AI dari Red Hat. Langkah IBM memperluas daftar anggota inisiatif yang sebelumnya terdiri dari dua belas mitra pendiri, termasuk perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Google, CrowdStrike, Nvidia, dan Palo Alto Networks, sebagaimana dicatat oleh LinkedIn.