TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Anthropic resmi mengumumkan akuisisi Stainless, startup alat pengembang berbasis New York yang selama ini menjadi tulang punggung infrastruktur SDK milik OpenAI, Google, dan Cloudflare—dan kini sepenuhnya memutus akses para pesaing itu ke layanannya.
Stainless didirikan oleh mantan insinyur Stripe, Alex Rattray, dan mengembangkan perangkat lunak yang mampu mengubah spesifikasi API menjadi SDK siap produksi dalam berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python, TypeScript, Kotlin, Go, dan Java. Platform ini secara otomatis memperbarui SDK setiap kali API berubah, menghapus proses pemeliharaan manual yang memakan waktu—menjadikannya alat yang sangat bernilai bagi perusahaan AI besar yang sedang membangun agen cerdas.
Menurut Anthropic, perangkat lunak Stainless telah mendukung pembuatan seluruh SDK resmi Anthropic sejak awal kehadiran API-nya. Kesepakatan ini dilaporkan The Information bernilai lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, meski Anthropic tidak mengkonfirmasi angka tersebut secara resmi.
“Stainless bergabung dengan Anthropic untuk mempercepat misi kami meningkatkan pengalaman pengembang dan koneksi antara agen dengan sistem eksternal,” tulis Rattray dalam unggahan blognya.
Katelyn Lesse, Head of Platform Engineering Anthropic, menyatakan kepada TechCrunch bahwa agen hanya seberguna koneksi yang bisa mereka bangun. “Kami sangat antusias membawa tim Stainless ke Anthropic untuk memajukan kemampuan Claude dalam terhubung ke data dan alat,” ujarnya.
Sebagai dampak langsung akuisisi ini, Anthropic akan menutup seluruh produk hosted Stainless, termasuk generator SDK-nya—artinya OpenAI, Google, Cloudflare, Replicate, dan Runway tidak lagi bisa mengakses layanan yang selama ini mereka andalkan. Meski demikian, Anthropic memastikan pelanggan Stainless tetap memiliki hak penuh atas SDK yang telah mereka buat sebelumnya dan bebas memodifikasinya sesuai kebutuhan.
Akuisisi ini menjadi yang keempat bagi Anthropic dalam rentang sekitar enam bulan terakhir, setelah sebelumnya mengakuisisi Bun (Desember 2025), Vercept (Februari 2026), dan Coefficient Bio (April 2026) senilai lebih dari US$400 juta dalam bentuk saham.