TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Paramount mengumumkan langkah akuisisi terbesar dalam sejarah industri hiburan modern setelah mencapai kesepakatan final untuk mengambil alih Warner Bros. Discovery (WBD) dalam transaksi senilai US$110 miliar. Kesepakatan ini ditegaskan melalui perjanjian merger yang disetujui dewan direksi kedua perusahaan dan dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga 2026, menunggu persetujuan regulator serta pemungutan suara pemegang saham WBD.
Paramount akan membayar US$31 per lembar saham WBD secara tunai, yang menempatkan valuasi ekuitas perusahaan sekitar US$81 miliar, sementara total nilai transaksi mencapai US$110 miliar setelah memasukkan beban utang.
“Langkah ini akan membentuk perusahaan media generasi berikutnya yang mampu memadukan warisan kreatif dengan teknologi kelas dunia,” ujar David Ellison, Chairman dan CEO Paramount, menegaskan ambisi perusahaan dalam memperluas jangkauan konten global.
Netflix yang sebelumnya ikut dalam perebutan WBD memilih mundur sehari sebelum kesepakatan diumumkan setelah menolak menyamai penawaran Paramount, mengakhiri persaingan yang berlangsung sejak Desember 2025.
Transaksi ini akan menyatukan portofolio raksasa hiburan seperti CNN, CBS, HBO, Nickelodeon, DC Universe, Game of Thrones, Harry Potter, Mission Impossible, hingga SpongeBob SquarePants, menjadikannya salah satu konglomerat media paling dominan yang mampu menyaingi skala Disney.
Pasar merespons positif langkah tersebut, dengan saham Paramount melonjak lebih dari 20% setelah pengumuman. Analis menilai Netflix justru diuntungkan karena terhindar dari proses regulasi panjang dan dapat kembali fokus pada bisnis streaming inti.
Namun, proses merger ini masih harus melewati pengawasan ketat regulator AS dan Eropa. Komisi Eropa serta beberapa negara bagian AS, termasuk California, tengah meninjau potensi dampak kompetitif dari penggabungan dua raksasa industri ini.
Pendanaan akuisisi turut diperkuat oleh dukungan finansial dari Larry Ellison, yang menjadi salah satu penyokong utama transaksi. Paramount juga menyiapkan biaya terminasi sebesar US$7 miliar jika kesepakatan gagal karena hambatan regulasi, termasuk menanggung biaya pemutusan US$2,8 miliar yang sebelumnya harus dibayar WBD kepada Netflix.
Jika disetujui, merger ini akan mengubah peta kekuatan Hollywood di tengah tekanan industri akibat persaingan streaming, penurunan pendapatan TV kabel, serta meningkatnya biaya produksi. Entitas gabungan ini diproyeksikan menjadi kekuatan global baru yang mampu mendefinisikan ulang lanskap hiburan dalam dekade mendatang.