10 March 2026, 19:00

OpenAI Akuisisi Promptfoo, Startup Keamanan AI Senilai Rp1,4 Triliun untuk Perkuat Platform Frontier

OpenAI akuisisi Promptfoo, platform keamanan AI senilai Rp1,4 T, untuk perkuat OpenAI Frontier dengan fitur red-teaming dan pengujian agen enterprise.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
294
OpenAI Akuisisi Promptfoo, Startup Keamanan AI Senilai Rp1,4 Triliun untuk Perkuat Platform Frontier
OpenAI akuisisi Promptfoo perkuat keamanan AI di platform Frontier — deteksi prompt injection, red-teaming, dan validasi agen AI untuk perusahaan Fortune 500. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI resmi mengumumkan rencana akuisisi Promptfoo, platform keamanan kecerdasan buatan yang digunakan oleh lebih dari 25 persen perusahaan Fortune 500, pada Senin, 9 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Sam Altman untuk memperkuat fondasi keamanan OpenAI Frontier — platform enterprise yang diluncurkan Februari lalu khusus untuk membangun dan mengoperasikan agen AI kelas bisnis.

Promptfoo didirikan oleh Ian Webster dan Michael D’Angelo dengan fokus mengembangkan alat pengujian kerentanan pada large language model (LLM), termasuk antarmuka open source dan pustaka CLI yang kini dipakai lebih dari 127 perusahaan Fortune 500. Startup yang baru berusia dua tahun ini memiliki 11 karyawan dan berhasil menggalang total pendanaan sebesar USD 23 juta (sekitar Rp375 miliar), dengan valuasi terakhir mencapai USD 86 juta (sekitar Rp1,4 triliun) setelah menutup putaran Series A senilai USD 18,4 juta (sekitar Rp300 miliar) yang dipimpin Insight Partners pada Juli 2025, dengan partisipasi Andreessen Horowitz. Nilai akuisisi tidak diungkapkan secara publik.

Setelah proses penutupan transaksi rampung, teknologi Promptfoo akan disuntikkan langsung ke dalam OpenAI Frontier sebagai fitur native — mencakup pengujian keamanan otomatis, kemampuan red-teaming, serta deteksi risiko seperti prompt injection, kebocoran data, penyalahgunaan alat, dan perilaku agen yang menyimpang dari kebijakan. OpenAI juga memastikan proyek open source Promptfoo akan tetap dipertahankan dan terus dikembangkan di bawah lisensi yang berlaku saat ini.

“Kami membangun Promptfoo karena para developer membutuhkan cara praktis untuk mengamankan sistem AI. Seiring agen AI semakin terhubung ke data dan sistem nyata, mengamankan dan memvalidasinya menjadi jauh lebih menantang dan penting dari sebelumnya.”

Pernyataan itu disampaikan Ian Webster, CEO Promptfoo, dalam siaran resmi perusahaan. Webster menegaskan bahwa bergabung dengan OpenAI membuka akselerasi pengembangan kapabilitas keamanan, keselamatan, dan tata kelola bagi tim yang membangun sistem AI di dunia nyata.

Srinivas Narayanan, CTO B2B Applications OpenAI, turut menegaskan nilai strategis akuisisi ini bagi ekosistem enterprise.

“Promptfoo membawa keahlian rekayasa mendalam dalam mengevaluasi, mengamankan, dan menguji sistem AI di skala enterprise. Pekerjaan mereka membantu bisnis menerapkan aplikasi AI yang aman dan andal, dan kami sangat antusias membawa kapabilitas ini langsung ke dalam Frontier.”

Akuisisi Promptfoo memperpanjang daftar gerak M&A OpenAI yang semakin ekspansif. Sebelumnya, perusahaan besutan Altman itu telah melakukan acqui-hire Convogo pada Januari 2026 dan menutup kesepakatan io Products senilai USD 6,5 miliar (sekitar Rp106 triliun) tahun lalu — sinyal kuat bahwa OpenAI tengah membangun infrastruktur enterprise-grade yang lengkap dari hulu ke hilir, bukan sekadar menghadirkan model generatif ke pasar korporat.

Berita Terkait