09 March 2026, 06:18

Kepala Robotika OpenAI Mundur Protes Kontrak Pentagon — Surveillance Tanpa Pengawasan Hukum Jadi Pemicu

Kepala Robotika OpenAI Caitlin Kalinowski mundur protes kontrak Pentagon tanpa pengaman etis. Anthropic dicap risiko rantai pasokan oleh pemerintah Trump.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
848
Kepala Robotika OpenAI Mundur Protes Kontrak Pentagon — Surveillance Tanpa Pengawasan Hukum Jadi Pemicu
Ilustrasi editorial Caitlin Kalinowski mundur dari OpenAI memprotes kontrak Pentagon tanpa pengaman etis AI, 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Caitlin Kalinowski, eksekutif yang baru sekitar empat bulan memimpin divisi robotika dan perangkat keras OpenAI, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (8/3/2026) melalui unggahan di platform X dan LinkedIn. Ia secara terbuka menyatakan bahwa keputusan itu diambil sebagai respons langsung atas perjanjian kontroversial yang diteken OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), yang menurutnya dilaksanakan terburu-buru tanpa pengaman etis yang memadai.

“Ini bukan keputusan yang mudah,” tulis Kalinowski dalam pernyataannya. “AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Namun pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah garis batas yang layak mendapat pertimbangan lebih matang daripada yang mereka terima.”

Dalam unggahan susulan di X, Kalinowski mempertegas posisinya: “Untuk lebih jelasnya, masalah saya adalah bahwa pengumuman itu tergesa-gesa tanpa penjaga yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.”

Kalinowski bergabung dengan OpenAI pada November 2024, sebelumnya menjabat sebagai eksekutif perangkat keras di Meta, di mana ia memimpin pengembangan kacamata augmented reality Orion selama hampir dua setengah tahun — produk yang disebut Meta sebagai “kacamata AR paling canggih yang pernah dibuat. Sebelum itu, ia menghabiskan lebih dari sembilan tahun mengerjakan headset virtual reality di Oculus, dan hampir enam tahun di Apple membantu merancang lini MacBook.

Kepergiannya terjadi di tengah persaingan sengit antar perusahaan AI raksasa untuk merebut kontrak militer pemerintah AS. Dalam beberapa pekan terakhir, lembaga-lembaga federal beralih ke OpenAI dan Google setelah negosiasi dengan Anthropic menemui jalan buntu, ketika Anthropic bersikukuh menuntut pembatasan ketat atas penggunaan teknologinya untuk pengawasan massal domestik maupun pengembangan senjata otonom sepenuhnya.

Sikap tegas Anthropic tersebut memicu konfrontasi dengan para pejabat pertahanan — termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth — yang menyatakan bahwa departemennya membutuhkan fleksibilitas untuk menerapkan alat AI komersial dalam semua operasi yang “sah”. Setelah kebuntuan itu, pemerintahan Trump secara resmi melabeli Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan” (supply chain risk), sebuah langkah yang menuai kritik keras dari komunitas teknologi.

OpenAI mengonfirmasi kepergian Kalinowski dan menyampaikan pernyataan resminya: “Kami percaya perjanjian kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang layak untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab di bidang keamanan nasional, dengan tetap menegaskan garis merah kami: tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom.”

Bahkan CEO Sam Altman sendiri telah menyatakan kesediaannya untuk mengamendemen kesepakatan dengan Departemen Pertahanan guna secara eksplisit melarang aktivitas mata-mata terhadap warga Amerika. 
Kalinowski secara pribadi menegaskan bahwa keputusannya bukan serangan terhadap individu tertentu di dalam perusahaan.

“Ini soal prinsip, bukan soal orang. Saya sangat menghormati Sam dan timnya, dan saya bangga dengan apa yang telah kita bangun bersama,” tulisnya, merujuk kepada CEO OpenAI Sam Altman. 
Menutup pernyataannya, Kalinowski mengisyaratkan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan bidang yang ia geluti. “Saya butuh sedikit waktu, tapi saya tetap sangat fokus pada membangun AI fisik yang bertanggung jawab,” tulisnya.

Pengunduran diri Kalinowski dipandang sebagai pukulan serius bagi ambisi robotika OpenAI yang sedang dalam fase ekspansi agresif. Di sisi lain, dampak dari polemik ini juga terasa di pasar aplikasi: seiring dengan lonjakan penghapusan akun ChatGPT, Claude — aplikasi AI besutan Anthropic — dilaporkan melonjak ke posisi puncak tangga unduhan App Store Amerika Serikat, berdasarkan laporan TechCrunch.

Berita Terkait