Perspektif.co.id - Polisi menangkap pria berinisial JMH yang diduga melakukan pemukulan terhadap petugas SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Peristiwa itu mencuat setelah rekaman CCTV beredar luas di media sosial, memperlihatkan seorang pria memukul wajah petugas SPBU saat hendak mengisi bahan bakar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, insiden bermula ketika sebuah Toyota Vellfire hitam datang untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Namun, petugas SPBU menolak melayani karena hasil verifikasi data tidak sesuai. “Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Penolakan itu terkait penggunaan nomor polisi palsu oleh pelaku. Berdasarkan dokumentasi yang diterima, pelat nomor bodong yang digunakan tercantum L-1-XD. Budi menegaskan pelat tersebut bukan diperuntukkan bagi Toyota Vellfire hitam yang dikendarai JMH. Ia kembali menegaskan alasan penolakan petugas SPBU. “Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dalam perkembangan penyidikan, kepolisian juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait identitas pelaku. JMH disebut-sebut mengaku sebagai aparat saat kejadian, tetapi hasil pemeriksaan menyatakan sebaliknya. “Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta,” kata Budi.
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung. Polisi mengamankan JMH di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi. “Mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Budi.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur menyatakan pelaku pemukulan yang diamankan berjumlah satu orang. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan memastikan penanganan perkara berjalan. “Sudah. Infonya sudah diamanin. Satu (pelaku),” terang Dicky kepada wartawan, Selasa (24/2/2026). Dicky saat itu belum merinci detail waktu penangkapan maupun lokasi penangkapan secara lengkap, tetapi memastikan proses pemeriksaan dan pendalaman kasus dilakukan.
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah potongan rekaman CCTV dan video beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, peristiwa pemukulan disebut terjadi pada Minggu (22/2) malam. Narasi dalam video menunjukkan awalnya pria yang diduga pemilik mobil datang untuk mengisi BBM. Pria itu keluar dari mobil dan menghampiri petugas SPBU, lalu keduanya tampak berbincang. Saat percakapan berlangsung, terlihat tangan pria tersebut menunjuk ke arah wajah petugas, sebelum akhirnya melakukan pemukulan.
Setelah memukul petugas, pria itu sempat kembali ke dalam mobil, lalu keluar lagi dan terlihat membawa sebuah tas. Pria tersebut kemudian kembali mendekati petugas dan tampak terus menunjuk serta mengejar petugas di area SPBU. Dalam rangkaian adegan berikutnya, pria itu disebut sempat meninggalkan area SPBU dengan meninggalkan mobilnya, lalu kembali lagi dan menunjuk-nunjuk seorang pria lainnya.
Dicky membenarkan insiden pemukulan tersebut dan menegaskan pemicunya berkaitan dengan penolakan pengisian BBM. Menurutnya, petugas SPBU tidak bersedia melayani karena pelat nomor kendaraan tidak sesuai dengan peruntukannya. “Iya ini lagi penyelidikan. Yang bersangkutan mau isi Pertalite, tidak dilayani oleh SPBU. Pelatnya tidak sesuai, tidak untuk peruntukannya,” kata Dicky.