10 March 2026, 05:50

Microsoft Gandeng Anthropic Luncurkan Copilot Cowork, AI Agen Pekerja Otomatis Seharga Rp 1,6 Juta/Bulan

Microsoft luncurkan Copilot Cowork berbasis Claude Anthropic untuk otomasi kerja enterprise di M365. Paket E7 tersedia Mei 2026 seharga Rp1,6 juta/bulan.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
1,148
Microsoft Gandeng Anthropic Luncurkan Copilot Cowork, AI Agen Pekerja Otomatis Seharga Rp 1,6 Juta/Bulan
Ilustrasi Microsoft Copilot Cowork berbasis Anthropic Claude sebagai AI agent enterprise otomatis di Microsoft 365, diluncurkan Maret 2026 seharga Rp1,6 juta per bulan. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft resmi meluncurkan Copilot Cowork pada Senin, 9 Maret 2026, sebuah agen kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru yang dibangun atas kolaborasi erat dengan Anthropic, perusahaan di balik model AI Claude. Diperkenalkan sebagai bagian dari “Wave 3” Microsoft 365 Copilot, fitur ini dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas panjang dan berlapis secara otonom di seluruh ekosistem aplikasi Microsoft 365 — mulai dari menyusun presentasi PowerPoint, mengelola jadwal Outlook, mengolah data di Excel, hingga mengirimkan email koordinasi ke rekan kerja, semuanya tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Jared Spataro, Chief Marketing Officer bidang AI at Work Microsoft, menegaskan bahwa momen ini merupakan titik balik transformatif bagi platform produktivitas perusahaannya.

“Kami benar-benar percaya bahwa saat ini adalah titik infleksi,” kata Spataro kepada Fortune. “Titik infleksi bagi kami adalah ketika Copilot mengambil alih kemampuan agentic ini dan bergerak dari sekadar membantu menjadi benar-benar mengerjakan sesuatu.”

Pengumuman ini sekaligus menjadi konfirmasi publik paling terang-terangan sejauh ini atas eratnya hubungan Microsoft dengan Anthropic — yang sebelumnya sudah ditandai oleh kesepakatan komputasi Azure senilai USD 30 miliar (sekitar Rp 489 triliun) yang diumumkan pada November 2025, serta integrasi Claude Opus 4.6 ke Microsoft Foundry pada awal Februari 2026.

Copilot Cowork membawa pekerjaan multi-langkah yang berjalan panjang ke dalam Microsoft 365 Copilot, melampaui sekadar tanya-jawab menuju eksekusi nyata yang berkembang seiring waktu. Dengan lapisan intelijen Work IQ, ia memiliki konteks penuh dari seluruh aktivitas kerja pengguna — bukan sekadar serpihan data terisolasi — sehingga mampu melakukan penalaran atas semua materi yang relevan.

Yang membedakan Copilot Cowork dari Claude Cowork milik Anthropic adalah lokasi operasinya: implementasi Microsoft berjalan sepenuhnya di cloud, di dalam tenant Microsoft 365 milik pelanggan, sehingga dilindungi oleh proteksi data enterprise perusahaan dan terintegrasi dengan apa yang disebut Microsoft sebagai “Work IQ” — sebuah lapisan kecerdasan yang menghimpun data dari email, file, dokumen, rapat, dan percakapan pengguna.

Spataro secara terbuka membandingkan pendekatan ini dengan produk Anthropic. “Kami sebenarnya tidak bekerja secara lokal, dan itu adalah fitur, bukan kutu,” ujarnya. Ia menyebut Claude Cowork sebagai “alat yang fantastis” namun memiliki “keterbatasan” di lingkungan korporat, khususnya karena tidak memiliki akses ke data enterprise berbasis cloud dan menimbulkan kekhawatiran keamanan saat diterapkan dalam skala besar.

Judson Althoff, CEO baru Microsoft Commercial Business, menggambarkan kemampuan Copilot Cowork dalam skenario nyata. “Cowork dapat mengorkestrasikan seluruh alur kerja — membangun presentasi, merangkum data keuangan, mengirim email ke tim, dan mengatur waktu persiapan — sambil terus memberi informasi dan kendali kepada penggunanya,” jelasnya.

Charles Lamanna, Presiden Microsoft untuk Business Applications and Agents, menambahkan bahwa fitur ini bukan sekadar chatbot yang lebih canggih. “Copilot Cowork dibangun untuk itu: ia membantu Copilot mengambil tindakan, bukan hanya mengobrol,” tegasnya.

Peluncuran ini hadir hanya beberapa pekan setelah Anthropic memperkenalkan alat-alat baru untuk Claude yang memperparah kekhawatiran investor tentang ancaman AI agent terhadap perusahaan perangkat lunak tradisional, memicu gelombang aksi jual masif di sektor tersebut. Saham Microsoft sendiri sempat anjlok hampir 9% pada Februari lalu.

Peluncuran Claude Cowork oleh Anthropic pada dua bulan pertama 2026 turut memicu aksi jual saham senilai USD 285 miliar (sekitar Rp 4.649 triliun) di bursa saham perangkat lunak enterprise, ketika investor mulai merekalkulasi nilai perusahaan-perusahaan yang fungsi utamanya — manajemen proyek, penulisan, analisis data, otomasi alur kerja — berpotensi disapu oleh kemampuan AI Anthropic.

Sejalan dengan pengumuman Copilot Cowork, Microsoft turut memperkenalkan paket langganan baru bertajuk Microsoft 365 E7: The Frontier Suite. Paket ini menyatukan Microsoft 365 E5, Microsoft 365 Copilot, dan Agent 365 dalam satu solusi yang didukung Work IQ serta terintegrasi penuh dengan tumpukan aplikasi dan keamanan yang sudah diandalkan pelanggan selama ini. Termasuk di dalamnya Microsoft Entra Suite beserta kapabilitas keamanan lanjutan dari Defender, Intune, dan Purview, yang menghadirkan perlindungan komprehensif di seluruh agen dan karyawan.

Microsoft 365 Enterprise E7 akan tersedia secara umum mulai 1 Mei 2026 dengan harga USD 99 per pengguna per bulan — setara sekitar Rp 1.613.700 per pengguna per bulan — lebih murah dibandingkan membeli seluruh komponen secara terpisah.

Untuk pengguna yang sudah berlangganan paket M365 Copilot seharga USD 30 (sekitar Rp 489.000) per pengguna per bulan, sebagian penggunaan Copilot Cowork akan disertakan, dengan opsi kapasitas tambahan tersedia untuk dibeli. Microsoft juga mengumumkan ketersediaan model Claude Sonnet terbaru dari Anthropic bagi seluruh pengguna M365 Copilot — langkah signifikan mengingat layanan ini sebelumnya hanya mengandalkan model GPT dari OpenAI.

Saat ini, Copilot Cowork tengah dalam tahap Research Preview untuk sejumlah pelanggan terpilih, dengan ketersediaan lebih luas melalui Frontier Program dijanjikan pada akhir Maret 2026.  Sementara itu, pertumbuhan kursi berbayar Copilot dilaporkan melonjak lebih dari 160% secara tahunan, dengan penggunaan aktif harian meningkat hingga sepuluh kali lipat — menjadi fondasi kuat bagi Microsoft untuk mendorong adopsi enterprise AI dalam skala masif.

Berita Terkait