TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Moonshot AI, startup kecerdasan buatan asal China yang dikenal lewat chatbot Kimi, kini tengah mengincar pendanaan baru senilai hingga $1 miliar atau sekitar Rp16,3 triliun yang berpotensi mendongkrak valuasinya menjadi $18 miliar (sekitar Rp293 triliun). Langkah agresif ini dilaporkan Bloomberg pada 14 Maret 2026, hanya beberapa pekan setelah perusahaan asal San Francisco, Anthropic, secara terbuka menuduh Moonshot AI terlibat dalam operasi pencurian kemampuan model AI berskala industri.
Jika berhasil, putaran ini akan menjadi lompatan valuasi yang luar biasa — lebih dari empat kali lipat dalam waktu kurang dari tiga bulan, sebuah sinyal kuat bahwa investor global belum gentar meski badai tuduhan hukum dan geopolitik membayangi perusahaan tersebut. Sebelumnya, Moonshot AI berhasil mengamankan lebih dari $700 juta (sekitar Rp11,4 triliun) di awal 2026 dengan valuasi $10 miliar (sekitar Rp163 triliun), menyusul pendanaan $500 juta (sekitar Rp8,15 triliun) pada akhir 2024 yang menempatkan valuasinya di angka $4,3 miliar (sekitar Rp70 triliun). Di antara investor yang memperbesar taruhannya pada valuasi $10 miliar tersebut adalah dua raksasa teknologi China, Alibaba Group dan Tencent Holdings, serta firma modal ventura 5Y Capital, menurut laporan Bloomberg.
Pesaing-pesaing Moonshot di Hong Kong, yakni Zhipu dan MiniMax, belakangan ini telah diperdagangkan pada valuasi antara $30 miliar hingga $40 miliar, dengan MiniMax pada satu titik bahkan melampaui kapitalisasi pasar Baidu, salah satu raksasa internet China. Momentum sektor ini sebagian besar dipicu oleh meledaknya popularitas agen berbasis model sumber terbuka OpenClaw, yang mendorong berbagai penyedia cloud dan startup AI China berlomba meluncurkan produk serupa. Moonshot menjadi yang pertama memanfaatkan tren ini dengan merilis Kimi Claw, yang ditenagai model terbarunya, Kimi K2.5.
Setelah peluncuran itu, menurut sumber yang dikutip Bloomberg, penjualan bulanan Moonshot dilaporkan melampaui total pendapatan sepanjang tahun sebelumnya — sebuah lompatan komersial yang menjelaskan mengapa investor antusias meski konteks geopolitik memanas. Identitas investor dalam putaran terbaru ini belum dikonfirmasi secara resmi, dan juru bicara Moonshot AI menolak berkomentar kepada berbagai media termasuk Bloomberg dan South China Morning Post.
Namun euforia finansial itu berlangsung di atas bara yang belum padam. Pada 24 Februari 2026, Anthropic menerbitkan laporan investigatif di blog resminya yang langsung mengguncang industri AI global, menuding Moonshot AI bersama DeepSeek dan MiniMax melakukan apa yang disebut sebagai “serangan distilasi skala industri” terhadap model Claude miliknya. Menurut Anthropic, ketiga laboratorium AI China tersebut menghasilkan lebih dari 16 juta pertukaran dengan Claude menggunakan sekitar 24.000 akun palsu, yang semuanya melanggar syarat layanan dan pembatasan akses regional perusahaan.
Distilasi sendiri adalah teknik pelatihan yang umum digunakan secara sah di industri AI — model yang lebih kecil dilatih menggunakan keluaran dari model yang lebih kuat untuk menghasilkan versi yang lebih murah dan efisien. Namun yang dituduhkan Anthropic jauh berbeda: ini bukan eksperimen akademis, melainkan operasi sistematis yang dirancang untuk mencuri lompatan kemampuan yang membutuhkan miliaran dolar dan bertahun-tahun riset untuk dikembangkan secara organik, demikian penilaian VentureBeat berdasarkan dokumen Anthropic.
Anthropic mengungkapkan bahwa Moonshot AI menggunakan ratusan akun palsu yang tersebar di berbagai jalur akses, dengan variasi jenis akun yang dirancang agar kampanye ini sulit terdeteksi sebagai operasi terkoordinasi. Pada fase selanjutnya, Moonshot menggunakan pendekatan yang lebih terarah, berupaya mengekstrak dan merekonstruksi jejak penalaran Claude. Sementara itu MiniMax menjadi pelaku terbesar dengan lebih dari 13 juta pertukaran, dan dalam satu momen dramatik yang dicatat Anthropic, MiniMax berhasil mengalihkan hampir setengah lalu lintas mereka ke model Claude terbaru hanya dalam 24 jam setelah Anthropic merilis pembaruan — menunjukkan betapa sistematisnya operasi tersebut.
DeepSeek disebut mencatatkan lebih dari 150.000 pertukaran yang difokuskan pada rekayasa logika pondasi serta alternatif respons yang aman dari sensor, khususnya untuk pertanyaan-pertanyaan soal isu politik sensitif. Berdasarkan laporan TechCrunch, Anthropic menyatakan telah melacak kampanye masing-masing perusahaan dengan tingkat kepercayaan tinggi melalui korelasi alamat IP, metadata permintaan, indikator infrastruktur, dan konfirmasi silang dari mitra industri.
“Kami telah mengidentifikasi kampanye berskala industri oleh tiga laboratorium AI — DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax — untuk secara ilegal mengekstrak kemampuan Claude demi meningkatkan model mereka sendiri. Demikian pernyataan resmi Anthropic dalam publikasi blognya yang dikutip CNN, Fortune, dan The Hacker News.
Ini bukan pertama kalinya tuduhan semacam ini bergema di Silicon Valley — OpenAI lebih dulu mengirimkan surat terbuka kepada anggota parlemen AS pada awal Februari 2026, mengklaim adanya bukti aktivitas distilasi oleh DeepSeek menggunakan “metode baru yang disamarkan.” Namun para kritikus menilai pernyataan Anthropic dan OpenAI tidak lepas dari motif kompetitif, mengingat distilasi sendiri adalah praktik yang diterima luas di industri AI, sehingga batas antara penggunaan sah dan eksploitasi adversarial kerap kabur. Erik Cambria, profesor kecerdasan buatan dari Nanyang Technological University Singapura, mengatakan kepada CNBC bahwa tekanan geopolitik ikut mewarnai narasi ini.
“Batas antara penggunaan yang sah dan eksploitasi adversarial seringkali sangat kabur.” Begitu penilaian Cambria yang dikutip CNBC, menyoroti ironi besar di balik tuduhan ini: perusahaan-perusahaan AI Amerika sendiri melatih modelnya menggunakan miliaran data internet berhak cipta tanpa izin, sebuah paradoks yang kini menjadi amunisi balik bagi pihak yang membela Moonshot AI, DeepSeek, dan MiniMax.
Anthropic memperingatkan bahwa model yang secara ilegal didistilasi kemungkinan tidak memiliki pagar keamanan yang diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan model AS, dan berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional jika digunakan untuk kejahatan siber, pengembangan senjata biologis, maupun operasi disinformasi skala besar. Tiga perusahaan China yang dituduh belum memberikan respons resmi hingga artikel ini ditulis, meski tekanan publik dan diplomatik terus menguat seiring putaran pendanaan Moonshot yang menunjukkan bahwa pasar tidak bergerak sesuai narasi Washington.