13 June 2026, 05:33

Gebrakan HarmonyOS 7 di HDC 2026: Huawei Agresif Perluas Dominasi AI

Huawei luncurkan HarmonyOS 7 di HDC 2026 dengan fitur AI mutakhir dan keamanan tingkat tinggi. Simak peta jalan Huawei kuasai pasar OS global di sini.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
88
Gebrakan HarmonyOS 7 di HDC 2026: Huawei Agresif Perluas Dominasi AI
Logo resmi Huawei Developer Conference 2026 di Songshan Lake, Tiongkok, yang menjadi panggung utama peluncuran inovasi AI dan ekosistem terbaru HarmonyOS 7 bagi pengembang global. (Foto: Huawei)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei resmi membuka ajang Huawei Developer Conference (HDC) 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 14 Juni di Songshan Lake, Dongguan. Dalam perhelatan teknologi tahunan ini, raksasa asal Tiongkok tersebut menjawab spekulasi pasar dengan meluncurkan HarmonyOS 7 versi developer beta yang membawa integrasi kecerdasan buatan lebih dalam.

Langkah ini menegaskan ambisi Huawei untuk memacu ekosistem perangkat lunak mandirinya di tengah persaingan global yang semakin ketat. Fokus utama pembaruan ini mencakup empat pilar fundamental, yakni peningkatan kapabilitas AI, keamanan privasi, konektivitas antarperangkat, serta optimasi performa sistem yang jauh lebih halus.

“HarmonyOS 7 memperkenalkan pengalaman baru, kemampuan cerdas, dan skenario aplikasi yang dirancang untuk meningkatkan interaksi pengguna sekaligus mempermudah alur kerja para pengembang,” ujar Richard Yu, Chairman Huawei Consumer Business Unit, saat memberikan pengumuman resmi di atas panggung HDC 2026.

Data terbaru yang dipaparkan Huawei mencatat bahwa ekosistem perangkat HarmonyOS kini telah melampaui angka 1,3 miliar unit di seluruh dunia. Angka ini mencakup berbagai spektrum produk mulai dari smartphone, perangkat wearable, PC, hingga kendaraan pintar dan peralatan rumah tangga yang terhubung.

“Setiap angka pertumbuhan yang terus meningkat memberikan kontribusi nyata pada perkembangan HarmonyOS, seiring rencana perusahaan untuk mengakselerasi ekspansi sistem operasi mandiri ini secara global,” tegas Richard Yu dalam sesi paparan strategi perangkat lunak masa depan di HDC 2026.

Untuk mendukung ambisi tersebut, pengembang kini dapat mendaftarkan diri dalam program beta guna menguji API baru dan mengoptimalkan aplikasi mereka. Akses ini menjadi krusial bagi mitra ekosistem untuk beradaptasi dengan kemampuan AI on-device yang lebih personal, produktivitas tinggi, dan integrasi lintas platform yang mulus.

Strategi penetapan harga tiket untuk partisipasi pengembang juga dinilai sangat kompetitif dan mudah dijangkau, dengan opsi tiket pelajar dibanderol mulai dari US$13 atau setara dengan Rp205.000 (kurs 1 USD = Rp15.770) untuk satu hari akses, menarik basis pengembang global untuk masuk ke dalam ekosistem.

Berita Terkait