09 January 2026, 20:34

Menkes Tegaskan Superflu Tak Mematikan, Ini Fakta yang Bikin Publik Diminta Tetap Tenang

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus kematian atau kejadian fatal yang disebabkan oleh superflu.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,284
Menkes Tegaskan Superflu Tak Mematikan, Ini Fakta yang Bikin Publik Diminta Tetap Tenang
Budi Gunadi sebut belum ada kasus kematian akibat super flu di Indonesia. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Perspektif.co.id - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus kematian atau kejadian fatal yang disebabkan oleh superflu. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran masyarakat terkait merebaknya Influenza A H3N2 subclade K yang belakangan ramai dibicarakan. “Belum ada yang dilaporkan meninggal karena, ini memang flu seperti yang biasa kita rasakan,” ujar Budi saat ditemui di RSUP Dr Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (8/1).

Budi menjelaskan tingkat kesembuhan pasien superflu sejauh ini tergolong baik dan tidak menunjukkan karakteristik sebagai penyakit yang berpotensi menjadi pandemi mematikan seperti Covid-19 pada awal 2020. Ia menekankan virus penyebab superflu bukanlah virus baru, melainkan bagian dari jenis influenza yang telah dikenal dan beredar selama puluhan tahun, sehingga daya tahan tubuh manusia relatif sudah terbentuk. Menurutnya, hal inilah yang membedakan superflu dengan Covid-19. “Superflu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan Covid. Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal,” ungkap Budi.

Ia menambahkan, meski termasuk varian baru dari Influenza A, subclade K bukanlah ancaman luar biasa. Budi mengibaratkan mutasi tersebut seperti yang pernah terjadi pada Covid-19. “Cuma ini varian baru dari Influenza A, kan teman-teman ingat kan Covid mulanya Alfa, terus ke Beta, ada Delta yang mematikan, terus ke Omicron. Nah, ini adalah varian K kalau nggak salah, clade K atau varian K dari H3N2,” sambungnya.

Meski menegaskan superflu tidak mematikan, Menkes tetap mengimbau masyarakat untuk waspada tanpa panik. Ia menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh sebagai benteng utama menghadapi infeksi. Pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan berolahraga secara rutin menjadi kunci utama. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan masker juga dianjurkan untuk meminimalkan risiko penularan.

Sementara itu, kewaspadaan juga disampaikan pemerintah daerah meski belum ditemukan kasus. Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Banten, meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran Influenza A H3N2 subclade K. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr Allin Hendalin Mahdaniar menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus superflu di wilayah tersebut. “Saat ini di Kota Tangsel kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut,” kata Allin, Jumat (9/1).

Allin menjelaskan, upaya deteksi dini telah dilakukan sejak awal 2025 melalui skrining di Puskesmas Serpong 1 yang ditunjuk sebagai fasilitas pelayanan kesehatan Influenza Like Illness (ILI) oleh Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan rutin terhadap kasus yang dicurigai terus dilakukan dan sampel dikirim ke laboratorium Kemenkes. “Selalu dilakukan pemeriksaan terhadap kasus-kasus yang terduga dan mengirimkannya ke Lab Kemenkes, dan hasil itu kami terima dari Kemenkes,” terangnya.

Terkait gejala, Allin menyebut superflu memiliki kemiripan dengan flu biasa, seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Berdasarkan rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, gejalanya tidak separah Covid-19 dan tidak menyebabkan kematian. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus. Upaya tersebut meliputi penyiapan sarana dan prasarana layanan kesehatan, edukasi masyarakat mengenai pencegahan influenza tipe A, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat. “Selain pencegahan edukasi dan sosialisasi, fasilitas kesehatan juga dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya ledakan kasus,” kata Allin.

Berita Terkait