02 December 2025, 18:44

Marapi Semburkan Abu ke Agam, Warga Diimbau Siaga ISPA dan Ancaman Lahar

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 10.34 WIB.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,315
Marapi Semburkan Abu ke Agam, Warga Diimbau Siaga ISPA dan Ancaman Lahar
Ilustrasi Gunung Marapi di Sumbar. Foto: Muhammad Zulfikar/ANTARA

Perspektif.co.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 10.34 WIB. Letusan kali ini menyemburkan abu vulkanik dari puncak yang terbawa angin hingga ke sejumlah kawasan di Kabupaten Agam, terutama di wilayah yang berada di sisi utara dan timur laut gunung.

Material abu dilaporkan mencapai aliran Sungai Angek, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Warga mengaku aktivitas harian terganggu karena jarak pandang menurun dan partikel abu terasa langsung di mata dan saluran pernapasan.

“Cukup mengganggu penglihatan dan sudah diimbau pemerintah desa untuk memakai masker,” kata Amril, warga Sungai Angek, menggambarkan kondisi yang ia rasakan pasca erupsi.

Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang tercatat sebagai dua wilayah yang terpapar kabut abu vulkanik Gunung Marapi. Keduanya berada di arah utara dan timur laut dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas vulkanik gunung tersebut. Sejumlah warga mengeluhkan abu yang menempel di permukaan kendaraan dan permukiman.

“Banyak abu yang beterbangan dan menutup bagian kendaraan saya yang terparkir, mudah-mudahan tidak berlangsung lama,” ujar warga Canduang, Romi Poslah, berharap situasi dapat segera membaik.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) melaporkan, erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi sekitar 51 detik. Meski demikian, tinggi kolom abu tidak dapat terpantau jelas karena tertutup kabut dan kondisi cuaca di sekitar puncak.

“Saat ini Gunung Marapi masih berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas,” ujar petugas PGA, Ahmad Rifandi, menegaskan batas aman di sekitar kawasan puncak.

Ahmad mengingatkan, masyarakat yang tinggal di lembah maupun di sepanjang aliran sungai yang hulunya berasal dari puncak Marapi harus meningkatkan kewaspadaan. Di tengah musim hujan, potensi bahaya lahar atau banjir lahar dikhawatirkan muncul sewaktu-waktu ketika material vulkanik bercampur dengan aliran air hujan.

“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta waspada. Potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” kata Ahmad mengingatkan.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan kesehatan saat terjadi hujan abu. “Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA),” tandas Ahmad Rifandi.

Otoritas kebencanaan meminta warga memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui informasi resmi, membatasi aktivitas di luar ruangan saat abu turun, serta segera mengamankan sumber air bersih dari kontaminasi abu vulkanik untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.

Berita Terkait