10 February 2026, 14:20

Lepas 20 Dai Ambassador, Maryono Tekankan Peran Dakwah Humanis di Panggung Global

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono melepas 20 peserta Training Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang dipersiapkan untuk menjalankan misi dakwah lintas negara.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,051
Lepas 20 Dai Ambassador, Maryono Tekankan Peran Dakwah Humanis di Panggung Global
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan melakukan pemukulan ging yang menandai dibukanya training Dai Ambasador yang diselenggarakan dari tanggal 09-13 Februari 2026 (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono melepas 20 peserta Training Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang dipersiapkan untuk menjalankan misi dakwah lintas negara. Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, pada 9–13 Februari 2026 tersebut, Maryono menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang mengedepankan keteladanan, empati, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan masyarakat global yang semakin beragam.

Maryono menyampaikan, peran dai pada era saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan penguasaan ilmu keagamaan semata. Menurutnya, dai juga dituntut mampu hadir sebagai figur yang menenangkan, dipercaya, dan relevan dengan realitas sosial di lingkungan tempat mereka bertugas. Hal ini menjadi krusial mengingat para Dai Ambassador Dompet Dhuafa akan ditempatkan di berbagai negara dengan latar budaya, tradisi, serta persoalan sosial yang berbeda-beda.

“Dakwah hari ini menuntut kehadiran yang lebih manusiawi. Dai bukan hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjadi pendengar, penyejuk, dan penopang harapan umat,” ujar Maryono dalam arahannya.

Ia menilai, masyarakat global membutuhkan sosok dai yang mampu membangun dialog yang sehat, merawat persaudaraan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah dan membumi dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah, kata dia, harus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antarmanusia, bukan sekadar ruang penyampaian ceramah satu arah.

Maryono juga menyoroti program Dai Ambassador Dompet Dhuafa sebagai langkah strategis dalam menyiapkan dai yang tidak hanya siap dari sisi materi dakwah, tetapi juga matang secara sikap, karakter, dan kepribadian. Menurutnya, pembekalan ini menjadi semakin relevan karena pelaksanaan pelatihan berlangsung menjelang bulan suci Ramadan, yang identik dengan penguatan nilai kepedulian, empati, dan solidaritas sosial.

“Ramadan selalu mengajarkan kita untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih hadir bagi sesama. Nilai-nilai inilah yang harus dibawa para dai ketika berada di tengah masyarakat, di mana pun mereka ditugaskan,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai ruang pembentukan diri, sekaligus sarana untuk memperkuat keikhlasan dalam berdakwah. Selain itu, para dai diharapkan mampu memperdalam pemahaman mengenai peran strategis dai sebagai perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk dan lintas budaya.

Maryono menegaskan, keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya jamaah atau luasnya wilayah tugas, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran dai mampu memberi dampak positif dan menumbuhkan rasa aman serta kebersamaan di tengah masyarakat.

“Jadilah dai yang dirindukan kehadirannya, bukan hanya karena ceramahnya, tetapi karena sikap, akhlak, dan keteladanannya,” pungkas Maryono.

Berita Terkait