JAKARTA, Perspektif.co.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menegaskan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan mengambil peran pada fase pemulihan dengan menyiapkan bantuan berupa peralatan olahraga bagi para penyintas.
“Kami tentu ingin berperan aktif tetapi setelah atau pasca pemulihan. Karena kami ingin juga membantu para korban selamat, hibur dengan kebahagiaan tentu dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami,” ujar Erick Thohir di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora, Rabu (3/12/2025).
Erick menjelaskan, bantuan tidak diberikan pada masa tanggap darurat yang saat ini masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan ketika situasi mulai beranjak ke tahap pemulihan. Kemenpora, menurut dia, tengah menghitung kapasitas anggaran untuk tahun mendatang agar program distribusi peralatan olahraga tersebut dapat dijalankan di kawasan terdampak.
“Kita akan coba memberikan bantuan alat-alat olahraga tetapi setelah pasca. Kita berikan kebahagiaan lagi bukan hari ini, karena hari ini kita semua harus membantu yang basic. Kami sedang sisir dana kami buat tahun depan (2026) untuk bisa bagikan peralatan olahraga di daerah-daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih memusatkan tenaga dan sumber daya pada penanganan awal bencana. Distribusi logistik penting seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi prioritas di lapangan.
“Bapak Presiden dan para menteri sekarang luar biasa, mereka sudah mendistribusikan bantuan-bantuan mendasar dan kami akan mengikuti selanjutnya,” kata Erick.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut per Rabu (3/12) pagi. Total korban meninggal dunia tercatat mencapai 753 orang.
Berdasarkan data yang ditayangkan di situs resmi BNPB, jumlah korban hilang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 650 orang, sementara warga yang mengalami luka-luka dilaporkan sekitar 2.600 orang.
Rinciannya, di Aceh tercatat 218 orang meninggal dunia dan 227 orang dinyatakan hilang. Di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal mencapai 299 orang dan 163 orang hilang. Adapun di Sumatra Barat, korban meninggal sebanyak 234 orang, dengan 260 orang masih dilaporkan hilang dan 111 orang mengalami luka-luka.
BNPB juga melaporkan skala kerusakan yang luas terhadap permukiman penduduk. Sedikitnya 3.600 rumah tercatat rusak berat, sekitar 2.100 unit rusak sedang, dan 3.700 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Total warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diperkirakan menembus 3,3 juta jiwa.
Dengan beban kerusakan yang demikian besar, dukungan lintas kementerian dan lembaga, termasuk program pemulihan psikososial melalui aktivitas olahraga yang disiapkan Kemenpora, diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit kembali setelah fase darurat terlewati.