30 December 2025, 15:08

BRI Turun ke Posko Banjir Sumatra: “Trauma Healing” untuk Anak, 40 Aksi Darurat Menjangkau 100 Ribu Lebih Warga

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar program “Trauma Healing” bagi anak-anak di wilayah terdampak banjir di Sumatra.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
989
BRI Turun ke Posko Banjir Sumatra: “Trauma Healing” untuk Anak, 40 Aksi Darurat Menjangkau 100 Ribu Lebih Warga
(Foto: arsip BRI)

JAKARTA,Perspektif.co.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar program “Trauma Healing” bagi anak-anak di wilayah terdampak banjir di Sumatra. Program ini dijalankan di sejumlah posko bencana BRI Group yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan melibatkan relawan, tenaga kesehatan, serta mitra komunitas setempat. 

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengikuti aktivitas pemulihan psikososial yang dibuat ringan dan menyenangkan, mulai dari bermain, menggambar dan mewarnai, bernyanyi dan gerak lagu, hingga mendongeng serta kegiatan kreatif edukatif. Rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk membantu mengurangi trauma pascabencana sekaligus memulihkan rasa aman anak di masa-masa krusial setelah banjir.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan, trauma healing ditempatkan sebagai bagian penting dari pemulihan pascabencana yang menyeluruh. Menurutnya, anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis setelah peristiwa bencana, sehingga perlu pendampingan yang konsisten di titik-titik pengungsian. “Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis pascabencana. Melalui kegiatan Trauma Healing yang kami selenggarakan di berbagai posko, BRI ingin memastikan mereka dapat kembali tersenyum, merasa aman, dan memiliki semangat untuk melanjutkan aktivitasnya,” ujar Dhanny dalam keterangan tertulis.

Program trauma healing ini disebut masuk dalam rangkaian aksi kemanusiaan BRI Group melalui payung BRI Peduli di Sumatra, yang menekankan pemulihan psikososial, layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Dalam konteks penanganan bencana, langkah pemulihan psikologis pada anak dinilai menjadi pelengkap dari intervensi logistik—karena tidak semua dampak banjir terlihat secara fisik, terutama pada kelompok usia rentan yang mudah mengalami stres dan ketakutan berkepanjangan. 

BRI Group juga memaparkan capaian respons darurat hingga 26 Desember 2025. Perusahaan menyebut telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatra dengan dukungan 10 unit posko bencana. Dalam periode tersebut, BRI Group menyalurkan bantuan berupa 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, dan 950 paket survival kit. Dukungan logistik lain mencakup penyediaan 600 unit hunian sementara (huntara), 10 tenda, serta 1.680 unit kasur dan selimut. 

Untuk mendukung aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan. Selain itu, BRI mengerahkan lima unit perahu karet untuk menjangkau area terdampak yang sulit diakses. Secara keseluruhan, rangkaian program tanggap darurat dan dukungan pemulihan ini diklaim telah menjangkau 100.250 jiwa penerima manfaat.

Dhanny menambahkan, selain respons darurat, BRI Group juga menaruh fokus pada percepatan pemulihan pascabencana lewat dukungan infrastruktur dan fasilitas publik. Salah satu yang disebutkan adalah pembangunan 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk dukungan bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara setelah banjir.

Di lapangan, posko bencana BRI Group dilaporkan tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi bantuan, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan dasar, dapur umum, hingga program trauma healing anak yang dilaksanakan secara rutin bersama mitra komunitas. Kehadiran posko ini diharapkan menjadi pusat pemulihan terpadu—terutama bagi anak-anak—di fase awal pascabencana yang biasanya paling menentukan kondisi psikologis dan kesehatan keluarga pengungsi.

Melalui inisiatif tersebut, BRI menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat pada setiap fase penanganan bencana, dari respons darurat hingga pemulihan jangka lebih panjang. Dalam situasi bencana, pendekatan bertahap—mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan kesehatan dan sanitasi, hingga pemulihan psikososial—dinilai penting agar pemulihan berjalan lebih utuh dan tidak meninggalkan dampak berkepanjangan, terutama pada anak-anak. 

Berita Terkait