10 December 2025, 22:58

Klasemen SEA Games 2025 Rabu Malam: Indonesia Sapu 5 Emas Sekaligus, Langsung Melonjak ke Posisi Kedua

Indonesia resmi naik ke peringkat kedua klasemen perolehan medali setelah dalam satu hari menyapu lima medali emas dari berbagai cabang olahraga.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,058
Klasemen SEA Games 2025 Rabu Malam: Indonesia Sapu 5 Emas Sekaligus, Langsung Melonjak ke Posisi Kedua
im badminton beregu putra rebut medali emas di SEA Games 2025. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Perspektif.co.id – Laju kontingen Indonesia di SEA Games 2025 mulai menunjukkan taji. Hingga Rabu (10/12) malam WIB, Indonesia resmi naik ke peringkat kedua klasemen perolehan medali setelah dalam satu hari menyapu lima medali emas dari berbagai cabang olahraga.

Puncak klasemen sementara masih dikuasai tuan rumah Thailand yang tampak dominan dengan total 41 medali. Negeri Gajah Putih itu mengoleksi 19 emas, 13 perak, dan sembilan perunggu. Di belakang Thailand, Indonesia mengokohkan diri di posisi kedua dengan raihan lima emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu, atau total 21 medali. “Lonjakan emas hari ini menjadi momentum penting bagi kontingen Indonesia untuk bersaing di papan atas,” demikian ringkasan laporan resmi kontingen.

Lima medali emas Indonesia datang dari cabang taekwondo, kano, petanque, bulu tangkis, dan renang. Dari arena taekwondo, emas pertama bagi Merah Putih dipersembahkan nomor poomsae beregu putra. Trio Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozi, dan Muhammad Rizal tampil solid dan kompak dalam rangkaian jurus hingga dinyatakan sebagai yang terbaik. Penilaian juri mengukuhkan mereka di posisi teratas dan menghadiahkan emas perdana hari itu bagi Indonesia. “Kemenangan di poomsae beregu putra melecut semangat tim sejak pagi,” terang laporan tim taekwondo nasional.

Medali emas kedua datang dari lintasan air lewat tim kano campuran di nomor kayak four 500 meter. Kuartet Stefani Maysche Ibo, Subhi, Indra Hidayat, dan Ramla Baharuddin tampil padu sejak start, menjaga ritme dayungan hingga garis finis. Mereka berhasil mengungguli pesaing utama di lintasan dan mengamankan emas kedua Indonesia pada hari yang sama.

Dari lapangan petanque, Andri Irawan menambah kepingan emas ketiga bagi Indonesia. Tampil di nomor tunggal putra, Andri menunjukkan ketenangan dan akurasi lemparan saat bersua wakil Laos, Southammavong Bountamy, di partai final. Permainan konsisten sepanjang laga membuatnya menutup pertandingan sebagai pemenang dan mempersembahkan emas tambahan untuk kontingen. “Andri tampil sangat percaya diri, setiap poin yang didapatkan mengikis peluang lawan,” demikian laporan dari arena petanque.

Tambahan emas keempat datang dari cabang bulu tangkis yang menjadi salah satu andalan Indonesia di ajang multi-event kawasan. Tim beregu putra Indonesia tampil meyakinkan ketika menghadapi Malaysia. Alwi Farhan dan kawan-kawan menyapu bersih kemenangan dengan skor 3-0, tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Hasil tersebut memastikan emas keempat untuk Indonesia pada hari itu dari lapangan bulu tangkis.

Cabor renang kemudian menutup daftar peraih emas Indonesia pada Rabu malam. Perenang Jason Donovan Yusuf mencatatkan waktu tercepat di nomor 100 meter gaya punggung putra (Men’s 100 M Backstroke) yang digelar di Bangkok. Catatan waktunya mengungguli pesaing-pesaing utama dari negara lain dan mengunci emas kelima bagi kontingen Merah Putih. “Jason benar-benar memaksimalkan finis di 25 meter terakhir dan mengamankan podium tertinggi,” tulis laporan teknis pertandingan.

Dengan hasil-hasil tersebut, Indonesia kini mengoleksi lima emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu. Posisi Indonesia di papan klasemen berada di atas Singapura yang menempati urutan ketiga dengan lima emas, empat perak, dan lima perunggu (total 14 medali). Menariknya, secara jumlah medali total, Vietnam yang duduk di peringkat keempat sebenarnya mengemas 23 medali (empat emas, empat perak, dan 15 perunggu), tetapi masih tertinggal dalam hal jumlah emas.

Di bawah Vietnam, Myanmar menghuni posisi kelima dengan dua emas, empat perak, dan satu perunggu (total tujuh medali). Malaysia dan Filipina sama-sama mengumpulkan dua emas, dua perak, dan sembilan perunggu, namun menempati posisi keenam dan ketujuh dalam klasemen. Laos berada di peringkat kedelapan dengan satu emas, satu perak, dan lima perunggu. Brunei Darussalam menyusul di posisi kesembilan lewat satu perak dan satu perunggu, sementara Timor Leste melengkapi daftar 10 besar dengan satu perunggu.

Klasemen medali SEA Games 2025 per Rabu (10/12) malam WIB tercatat sebagai berikut: 

Thailand memimpin dengan 19 emas, 13 perak, dan sembilan perunggu (total 41 medali).

Indonesia di posisi kedua dengan lima emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu (21 medali).

Singapura (5-4-5/14)

Vietnam (4-4-15/23)

Myanmar (2-4-1/7)

Malaysia (2-2-9/13)

Filipina (2-2-9/13)

Laos (1-1-5/7)

 Brunei (0-1-½)

 Timor Leste (0-0-1/1).

Dengan tren perolehan medali yang mulai naik, kontingen Indonesia diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi di cabor-cabor unggulan lain yang belum dipertandingkan sepenuhnya. Tambahan emas di hari-hari berikutnya akan menjadi kunci untuk terus menempel Thailand dan menjaga peluang bersaing di puncak klasemen hingga akhir pesta olahraga kawasan Asia Tenggara tersebut.

Berita Terkait