01 March 2026, 06:14

Huawei Pamerkan Superkomputer AI Raksasa di MWC Barcelona, Tantang Dominasi Nvidia

Huawei meluncurkan Atlas 950 dan TaiShan 950 SuperPoD di MWC Barcelona, menantang dominasi Nvidia di pasar superkomputer AI global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
981
Huawei Pamerkan Superkomputer AI Raksasa di MWC Barcelona, Tantang Dominasi Nvidia
Ilustrasi vektor realistis Huawei pamerkan Atlas 950 & TaiShan 950 SuperPod di MWC Barcelona 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei menarik perhatian industri ketika memperkenalkan lini superkomputer AI terbarunya—Atlas 950 SuperPoD dan TaiShan 950 SuperPoD—dalam debut internasional di MWC Barcelona 2026. Peluncuran ini menandai langkah agresif perusahaan untuk memperluas pengaruhnya di pasar komputasi AI global, tepat saat kebutuhan pemrosesan model raksasa melonjak di berbagai sektor.

Dalam presentasinya, Huawei menegaskan bahwa Atlas 950 SuperPoD mampu menghubungkan hingga 8.192 Neural Processing Units (NPU) melalui arsitektur UnifiedBus, yang diklaim menghadirkan bandwidth sangat tinggi, latensi ultra-rendah, serta memori terpadu yang membuat seluruh kluster beroperasi layaknya satu komputer logis.

“Atlas 950 SuperPoD dirancang untuk menangani skala komputasi AI yang terus membesar, dari pelatihan hingga inferensi,” ujar Huawei dalam rilis resminya.

Kapasitas tersebut membuat Huawei berani membandingkan produknya dengan sistem Nvidia generasi berikutnya. Menurut laporan CNBC, perusahaan mengklaim konfigurasi SuperPoD mereka menawarkan daya komputasi yang jauh lebih besar dibanding sistem NVL144 Nvidia yang direncanakan.

Namun, analis dari Council on Foreign Relations menilai bahwa meski Huawei terus melaju, chip AI terbaiknya masih tertinggal sekitar lima kali lipat dari performa chip kelas atas Nvidia—dan kesenjangan itu justru melebar.

“Kesenjangan performa antara chip Huawei dan Nvidia masih signifikan,” tulis analis CFR dalam laporannya.

Selain Atlas 950, Huawei juga memamerkan TaiShan 950 SuperPoD, superkomputer general-purpose pertama di industri, serta server generasi baru TaiShan 500 dan TaiShan 200. Seluruh portofolio ini diposisikan sebagai fondasi komputasi yang lebih tangguh untuk era agentic AI, di mana model dengan triliunan parameter mulai masuk ke proses produksi inti berbagai industri.

Huawei menekankan bahwa pendekatan open source tetap menjadi strategi utama. Perusahaan kembali menyoroti kontribusinya pada komunitas openEuler dan keputusan untuk membuka penuh arsitektur komputasi heterogen CANN, termasuk dukungan untuk Triton, TileLang, PyTorch, vLLM, dan Verl.

“Ekosistem terbuka adalah kunci percepatan inovasi AI global,” tegas Huawei.

Dengan debut internasional ini, Huawei berupaya memosisikan diri sebagai alternatif kuat di tengah meningkatnya permintaan komputasi AI berskala besar. Meski masih menghadapi tantangan performa chip dan tekanan geopolitik, langkah agresif perusahaan di MWC Barcelona menunjukkan ambisi yang semakin jelas: menjadi pemain utama dalam infrastruktur AI global.

Berita Terkait