02 March 2026, 04:43

Highguard Terpuruk: Eks-Developer Bongkar Fokus 3v3 yang Terlalu Kompetitif hingga Tencent Hentikan Pendanaan

Eks-desainer Highguard ungkap fokus 3v3 yang terlalu kompetitif membuat pemain pergi, sementara Tencent menghentikan pendanaan dua minggu setelah rilis.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
418
Highguard Terpuruk: Eks-Developer Bongkar Fokus 3v3 yang Terlalu Kompetitif hingga Tencent Hentikan Pendanaan
Ilustrasi vektor realistis bergaya minimalis modern tentang tiga karakter Highguard dalam ekosistem game kompetitif yang runtuh. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Kejatuhan Highguard semakin terang setelah mantan level designer Wildlight Entertainment, Alex Graner, mengungkap bahwa keputusan studio memusatkan gameplay pada format kompetitif 3v3 justru membuat pemain kabur sejak hari-hari awal peluncuran. Game yang sempat menembus hampir 100.000 pemain bersamaan di Steam itu kehilangan sekitar 90% basis pemainnya hanya dalam sepekan, sebelum akhirnya pendanaan dari Tencent dihentikan dua minggu setelah rilis.

Graner menjelaskan bahwa struktur permainan Highguard menuntut koordinasi intens dan tingkat komunikasi tinggi, sehingga tidak memberi ruang bagi pemain kasual untuk menikmati permainan.
“Duo 3v3 selalu merupakan versi paling berkeringat dari apa pun... itu membutuhkan intensitas komunikasi yang tinggi... itu tidak menyisakan banyak ruang untuk santai,” ujarnya dalam podcast Quad Damage, menegaskan bahwa format tersebut terlalu berat bagi mayoritas pemain.

Ia menambahkan bahwa pemain yang tidak memiliki tim solid akan langsung terhempas oleh lawan yang lebih terorganisir, membuat pengalaman awal terasa tidak ramah bagi pendatang baru.
“Jika Anda hanya memiliki beberapa permainan yang buruk... Anda hanya akan terguling... orang-orang hanya mematikannya karena mereka tidak memiliki tim,” kata Graner.

Laporan Bloomberg menyebut sejumlah mantan developer menilai kegagalan Highguard dipicu oleh “kepercayaan diri berlebihan” dari pimpinan studio, yang merupakan veteran Respawn. Mereka menolak uji publik sebelum rilis dan yakin strategi shadow drop dapat mengulang kesuksesan Apex Legends, meski pasar hero shooter kini jauh lebih padat dan kompetitif.
“Hubris,” ungkap beberapa eks-staf, menggambarkan keyakinan internal yang tidak realistis terhadap potensi game tersebut.

Upaya perbaikan seperti mode 5v5 dan Raid Rush yang menghapus fase looting dinilai datang terlambat. Kini, jumlah pemain aktif Highguard di Steam hanya ratusan, jauh dari ambisi awalnya sebagai penantang baru di genre hero shooter.

Berita Terkait