29 October 2026, 05:32

Apple Akhirnya Tembus Batas: MacBook Pro Layar Sentuh Pertama Meluncur, Harga Mulai Rp52,5 Juta

Apple resmi rilis MacBook Pro layar sentuh pertama dengan PROLED XDR, M6 iMac, dan iPad mini OLED. Harga mulai Rp52,5 juta, rilis 6 November.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
16
Apple Akhirnya Tembus Batas: MacBook Pro Layar Sentuh Pertama Meluncur, Harga Mulai Rp52,5 Juta
Logo Apple bercahaya dengan efek garis berlapis dalam latar hitam, ilustrasi peluncuran MacBook Pro layar sentuh PROLED XDR, iMac M6, dan iPad mini OLED pada Oktober 2026. (Foto: Apple)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — LOS ANGELES – Apple resmi memecahkan pantangan lamanya soal layar sentuh di Mac. Pada Rabu (28/10/2026), perusahaan asal California itu memperkenalkan MacBook Pro with PROLED XDR Display dalam sebuah acara di Los Angeles. Perangkat ini menjadi laptop layar sentuh pertama dalam sejarah Apple.

Menurut 9to5Mac, PROLED XDR menggantikan teknologi Mini-LED yang selama ini dipakai MacBook Pro. Peluncuran ini menjadi puncak pekan "Pro and Tell", rangkaian pengumuman Apple selama tiga hari berturut-turut.

Menurut MacRumors, laptop ini tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci, dengan panel tandem OLED yang mendukung gestur sentuh serta logo Apple menyala di bagian belakang. Techaeris mencatat, perangkat ini ditenagai chip M5 Pro dan M5 Max, bukan M6.

Dalam siaran persnya, Apple menegaskan arah baru yang diambilnya lewat fitur sentuh tersebut. Menurut laporan The National, perusahaan menyebut kemampuan itu membuka:

“Dimensi baru bagi para profesional untuk berinteraksi dengan konten mereka.” – Apple, dalam siaran pers resmi, dikutip The National.

Gizmodo melaporkan, Apple mengklaim kecerahan puncak hingga 2.000 nits dan rasio kontras 10.000.000:1. Macworld mencatat, angka itu naik dari 1.600 nits pada MacBook Pro Liquid Retina XDR, dan jangkauan warnanya kini mencakup P3 serta Adobe RGB.

Soal klaim kualitas layar, Apple tidak setengah-setengah. Seperti dikutip MacRumors, perusahaan menyebut produknya menawarkan:

“Layar terbaik di dunia pada laptop profesional.” – Apple, dikutip MacRumors.

Dari sisi konektivitas, The National menyebut laptop ini punya tiga port Thunderbolt 5, HDMI, slot kartu SDXC, MagSafe, dan jack headphone. Dengan bobot sekitar 3 pon, TechRadar menyebutnya sebagai MacBook Pro paling ringan.

Harga model 14 inci dimulai dari US$2.899, sedangkan model 16 inci US$3.399, menurut MacRumors. Dengan kurs sekitar Rp18.100 per dolar AS, angka itu setara kira-kira Rp52,5 juta dan Rp61,5 juta. Harga resmi untuk Indonesia belum ditemukan dalam sumber yang dirujuk.

Menurut Techaeris, pre-order dibuka sejak Rabu dan pengiriman dimulai Jumat, 6 November, di 30 negara. Model ini dijual berdampingan dengan varian Mini-LED yang sudah ada.

Sehari sebelumnya, Apple lebih dulu merilis lini M6. Macworld melaporkan, iMac M6 dan MacBook Pro 14 inci M6 dibanderol sama seperti pendahulunya, yakni US$1.499 dan US$1.999. Konversinya sekitar Rp27,1 juta dan Rp36,2 juta.

Tom's Guide mencatat, MacBook Pro M6 menjanjikan daya tahan baterai hingga 24 jam, namun Apple belum merilis versi 16 inci dengan chip M6. CNBC mengingatkan, lini Mac sebelumnya sudah naik harga beberapa ratus dolar pada Juni lalu.

Pada awal pekan, Apple juga memperkenalkan iPad mini baru dengan layar OLED, chip A20 Pro, dan desain lebih tipis, dengan harga mulai US$699. Kisarannya sekitar Rp12,7 juta, naik dari model sebelumnya.

Eksekutif Apple, Greg Joswiak, menyebut pembaruan ini sangat besar. Menurut BusinessToday, ia menggambarkannya sebagai:

“Pembaruan terbesar sepanjang masa untuk iPad mini.” – Greg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing Apple, dikutip BusinessToday.

FutureFive melaporkan, Apple juga menambah fitur AI dan alat kreatif di Apple Creator Studio, seiring perluasan Siri AI dan Apple Intelligence di macOS 27 dan iPadOS 27. Langkah ini memperkuat dorongan Apple menghadirkan AI langsung di perangkat.

Techaeris menilai, Windows laptop sudah lama menawarkan OLED dan sentuhan, sehingga Apple datang terlambat, meski dengan implementasi yang lebih matang. Pasar kini menunggu apakah harga premium itu sepadan.

Berita Terkait