04 March 2026, 16:11

GSMA–ESA Ledakkan Pendanaan €100 Juta untuk Dorong AI, NTN, D2D, dan Lompatan 6G Global

GSMA dan ESA merilis pendanaan €100 juta untuk percepat AI, NTN, D2D, dan inovasi 6G, memperkuat konvergensi ruang angkasa–mobile di MWC26.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
1,255
GSMA–ESA Ledakkan Pendanaan €100 Juta untuk Dorong AI, NTN, D2D, dan Lompatan 6G Global
Ilustrasi menggambarkan konferensi GSMA–ESA di MWC26 menampilkan tantangan teknologi 2026: AI, NTN, D2D, dan 6G Hybrid Hubs dengan latar bumi dan konektivitas global. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Pada hari pembukaan MWC26 Barcelona, GSMA Foundry dan European Space Agency (ESA) mengumumkan pendanaan baru hingga €100 juta—sekitar Rp1,69 triliun—untuk mempercepat konvergensi teknologi ruang angkasa dan industri mobile. Inisiatif ini dirancang untuk mempercepat komersialisasi jaringan hibrida yang menggabungkan satelit dan infrastruktur terestrial, sekaligus memperkuat posisi Eropa dalam persaingan global menuju era 6G.

“Dukungan tak tergoyahkan dari negara-negara anggota kami… telah memungkinkan kolaborasi dengan GSMA Foundry ini. Di Mobile World Congress, kita menandai momen penting bagi konvergensi sektor ruang angkasa dan telekomunikasi Eropa. Dengan menyediakan akses pendanaan untuk AI, NTN, dan D2D, kami bukan hanya mendukung pengembangan teknologi—kami sedang mempersiapkan infrastruktur 6G global yang mulus,” ujar Laurent Jaffart, Director of Resilience, Navigation and Connectivity, ESA.

Pendanaan ini difokuskan pada empat pilar utama: pemanfaatan AI untuk mengatur spektrum dan trafik lintas orbit, pengembangan Direct-to-Device (D2D) agar smartphone dan perangkat IoT dapat terhubung langsung ke satelit, pembangunan hub 5G/6G sebagai testbed kolaboratif, serta riset awal 6G yang mencakup edge intelligence dan IoT generasi lanjut. Program ini memperluas kerja sama GSMA–ESA yang dimulai pada 2024 dan kini memasuki fase percepatan menuju komersialisasi jaringan hibrida.

“Dengan menggabungkan jangkauan industri mobile dan keahlian ESA di bidang ruang angkasa, kami membuka era baru konektivitas. Pendanaan ini menunjukkan bahwa jaringan hibrida bukan lagi konsep—ini sudah menjadi realitas komersial,” kata Alex Sinclair, Chief Technology Officer, GSMA.

ESA menegaskan bahwa pendanaan ini akan tersedia bagi perusahaan di negara anggota melalui proposal resmi, dengan fokus pada teknologi yang dapat membuka layanan digital baru seperti telemedisin, operasi jarak jauh, kendaraan otonom, hingga pertanian presisi. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Eropa ingin memperkuat kemandirian teknologi di tengah kompetisi dengan pemain Amerika dalam layanan internet satelit.

“Kami ingin membantu industri Eropa tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” tegas perwakilan ESA dalam rilis resminya.

Dengan dukungan finansial besar dan momentum geopolitik yang mendesak, kolaborasi GSMA–ESA ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan konektivitas universal yang lebih tangguh, cerdas, dan siap menyambut era 6G berbasis konvergensi ruang angkasa–mobile sebagai fondasi utamanya.

Berita Terkait