TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft resmi mengguncang dunia developer lewat ajang tahunan Build 2026 yang digelar di San Francisco pada 2-3 Juni 2026. Raksasa teknologi ini secara agresif memosisikan Windows sebagai ekosistem utama untuk pengembangan AI agents, didukung oleh infrastruktur komputasi canggih dari NVIDIA. Perusahaan memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box, perangkat workstation bertenaga chip NVIDIA RTX Spark yang mampu menghasilkan satu petaflop komputasi AI dengan memori terpadu 128 GB.
Langkah ini menegaskan ambisi Satya Nadella dalam mengintegrasikan AI ke seluruh lini produk, mulai dari level hardware hingga cloud. CEO Microsoft tersebut menekankan bahwa penggabungan komputasi edge pada PC dengan infrastruktur enterprise menjadi kunci utama masa depan. Inovasi ini menyasar kebutuhan developer akan lingkungan lokal yang aman dan andal untuk menjalankan model AI skala besar hingga 1 triliun parameter di masa depan.
"Ketika Anda melangkah mundur, jumlah komputasi yang ada di edge sebenarnya sangat mencengangkan. Pikirkan setiap NPU, GPU, CPU, bahkan setiap PC. Jika Anda mengumpulkan itu semua, itu adalah kekuatan komputasi yang sangat besar," ujar CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam sesi keynote pembukaan yang dilansir oleh Constellation Research.
Selain hardware, Microsoft meluncurkan keluarga model AI in-house terbaru mereka yang disebut MAI. Model andalan yang paling disorot adalah MAI-Thinking-1, model reasoning berukuran 35 miliar parameter yang dirancang khusus untuk instruksi multi-langkah dan pembuatan kode yang efisien. Microsoft mengklaim model ini dibangun dari nol dengan data yang bersih tanpa distilasi dari model pihak ketiga, serta menawarkan biaya token yang jauh lebih kompetitif di pasar.
Microsoft juga memperkenalkan Microsoft Scout, sebuah AI agent yang selalu aktif dan terhubung ke ekosistem kerja seperti Outlook dan Teams. Dibangun di atas teknologi OpenClaw dengan mesin konteks Work IQ, Scout dirancang untuk bekerja secara otonom mewakili pengguna dalam berbagai tugas produktivitas. Platform ini bertujuan mengubah pengalaman "AI saat ini yang menunggu perintah" menjadi alur kerja yang lebih berkelanjutan dan proaktif.
"MAI-Thinking-1 dirancang agar mahir dalam instruksi multi-langkah yang kompleks, penalaran konteks panjang, dan pembuatan kode. Model ini dibangun dari awal menggunakan data yang berlisensi komersial," kata Kyle Daigle, Microsoft Developer CMO dan COO GitHub, dalam pengarahan media virtual yang dikutip oleh Mashable.
Perusahaan juga merilis Rayfin, sebuah managed backend-as-a-service yang disalurkan melalui Microsoft Fabric untuk memudahkan transisi agen AI dari tahap prototipe ke produksi. Selain itu, terdapat Intelligent Terminal yang memungkinkan integrasi agen langsung ke dalam baris perintah Windows untuk proses debugging yang lebih cerdas. Inovasi ini didukung penuh dengan Microsoft Execution Containers (MXC) SDK untuk memastikan keamanan dan tata kelola yang ketat bagi perusahaan.
Untuk sektor quantum, Microsoft memamerkan Majorana 2, prosesor kuantum generasi berikutnya yang diklaim 1.000 kali lebih andal dibandingkan pendahulunya. Peningkatan reliabilitas ini dicapai melalui penggunaan tumpukan material baru yang mengganti aluminium dengan timbal. Pengembangan ini menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang Microsoft dalam membangun platform komputasi yang mampu menjawab tantangan sains masa depan.