27 February 2026, 23:10

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 “Manggung” Saat Senja: Puncaknya 18.34 WIB, Bisa Disaksikan dari Seluruh Indonesia

Fenomena langit yang jarang muncul dan selalu bikin penasaran publik bakal kembali hadir di Indonesia.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
705
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 “Manggung” Saat Senja: Puncaknya 18.34 WIB, Bisa Disaksikan dari Seluruh Indonesia
Ilustrasi. Fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Puncak gerhana dapat diamati di Indonesia, dengan jadwal lengkap dari BMKG. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)

Perspektif.co.id -  Fenomena langit yang jarang muncul dan selalu bikin penasaran publik bakal kembali hadir di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Momen puncaknya diperkirakan berlangsung saat pergantian senja menuju malam, sehingga peluang mengamatinya terbuka lebar—terutama bila cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan tebal. 

BMKG melalui Almanak 2026 memaparkan gerhana dimulai sejak fase penumbra pada sore hari dan berakhir pada malam, dengan fase totalitas terjadi sekitar satu jam. “Puncak gerhana bulan total 3 Maret 2026 berlangsung pukul 18.34.52 WIB,” merujuk jadwal BMKG yang dikutip sejumlah laporan. 

Rangkaian fase gerhana itu berlangsung bertahap. Pada fase penumbra, Bulan biasanya terlihat sedikit redup dan perubahan kontrasnya halus. Memasuki fase sebagian, bayangan gelap mulai “menggigit” piringan Bulan. Puncaknya terjadi ketika Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi—fase yang lazim disebut sebagai “Blood Moon” karena piringan Bulan tampak memerah, efek dari pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. 

Berdasarkan jadwal BMKG untuk zona WIB, berikut fase lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026:

  • Gerhana penumbra mulai (P1): 15.44 WIB
  • Gerhana sebagian mulai (U1): 16.50 WIB
  • Gerhana total mulai (U2): 18.04 WIB
  • Puncak gerhana (MID): 18.34 WIB (BMKG merinci 18.34.52 WIB)
  • Gerhana total berakhir (U3): 19.02 WIB
  • Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB
  • Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.22 WIB

Dengan jadwal tersebut, masyarakat di wilayah WITA dan WIT tinggal menyesuaikan selisih waktu setempat. Bagi warga di luar Pulau Jawa yang ingin mengamati secara presisi, pengaturan sederhana seperti menyiapkan alarm sebelum fase total dimulai bisa membantu agar tidak “ketinggalan momen merahnya” Bulan.

BMKG dan sejumlah rujukan astronomi menekankan gerhana bulan termasuk fenomena yang aman dilihat dengan mata telanjang. Berbeda dengan gerhana Matahari yang membutuhkan pelindung khusus, pengamatan gerhana Bulan dapat dilakukan tanpa filter—meski penggunaan teropong atau teleskop akan membuat detail piringan Bulan dan gradasi warna selama totalitas terlihat lebih jelas. 

Fenomena ini juga disebut dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak memerlukan perjalanan ke titik tertentu seperti pada beberapa gerhana Matahari yang hanya melintasi jalur sempit. Selain Indonesia, kawasan lain yang berpeluang melihatnya mencakup sebagian wilayah Asia, Australia, hingga Amerika—dengan jam pengamatan yang berbeda mengikuti zona waktu masing-masing.

Bagi masyarakat yang terkendala cuaca atau ingin memantau dari perangkat digital, BMKG menyediakan Sistem Informasi Observasi Gerhana yang memuat menu siaran langsung (livestream) ketika pengamatan aktif. Layanan ini biasa menayangkan pemantauan dari sejumlah titik pengamatan BMKG di Indonesia.

Secara ilmiah, gerhana Bulan terjadi ketika cahaya Matahari yang seharusnya dipantulkan Bulan tertutup oleh Bumi. Peristiwa ini hanya bisa terjadi saat fase Bulan purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada konfigurasi hampir segaris. Saat Bulan masuk ke bayangan umbra, warna kemerahan muncul karena atmosfer Bumi menyaring cahaya dan “mengirimkan” spektrum merah-oranye ke permukaan Bulan—mirip warna langit saat matahari terbit atau terbenam. 

BMKG juga mencatat, sepanjang 2026 ada empat peristiwa gerhana yang masuk kalender astronomi: dua gerhana Bulan dan dua gerhana Matahari. Rinciannya terdiri dari Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026, serta Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026. 

Berita Terkait