05 March 2026, 14:05

Fregat Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo Kapal Selam AS di Lepas Sri Lanka, 87 Prajurit Tewas dan 61 Masih Hilang

Sebuah kapal perang Iran bernama IRIS Dena dilaporkan tenggelam di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026) waktu setempat

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
845
Fregat Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo Kapal Selam AS di Lepas Sri Lanka, 87 Prajurit Tewas dan 61 Masih Hilang
Tangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran di Samudra Hindia / DOc : Istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Sebuah kapal perang Iran bernama IRIS Dena dilaporkan tenggelam di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026) waktu setempat, usai dihantam torpedo yang ditembakkan kapal selam Amerika Serikat (AS). Insiden itu menelan korban besar: sedikitnya 87 personel militer Iran dinyatakan tewas, sementara 61 lainnya masih dalam status hilang dan terus dicari.

Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan segera setelah menerima sinyal darurat dari kapal tersebut. Namun, ketika tim penyelamat mencapai lokasi sekitar satu jam kemudian, kapal sudah tenggelam sepenuhnya dan hanya tersisa jejak tumpahan minyak di permukaan laut. Otoritas setempat menyebut titik kejadian berada sekitar 40 kilometer di selatan kota pesisir Galle. 

Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan pihaknya telah mengevakuasi puluhan jenazah dari perairan sekitar lokasi karam, “Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang,” sementara kepolisian setempat serta militer Sri Lanka menyebut sedikitnya 61 personel Iran belum ditemukan. 

Di saat bersamaan, pemerintah Sri Lanka menyatakan masih ada korban yang selamat. Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengumumkan pasukannya berhasil menyelamatkan 32 prajurit Iran dari kapal jenis fregat tersebut dan mereka kini menjalani perawatan medis di rumah sakit di Galle, dengan sebagian besar dilaporkan mengalami luka-luka. 

Dari pihak AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyampaikan bahwa serangan dilakukan oleh kapal selam AS di Samudra Hindia. Ia menyatakan penenggelaman itu terjadi ketika kapal Iran mengira berada dalam kondisi aman di perairan internasional, “Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo.” Hegseth juga menyebut aksi tersebut sebagai “kematian senyap” dan mengklaim itu merupakan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II. 

Insiden tenggelamnya IRIS Dena terjadi di tengah eskalasi konflik yang disebut meluas dari Timur Tengah, setelah gelombang serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan memicu rangkaian respons di kawasan. Sejumlah laporan internasional menyebut penenggelaman fregat Iran ini menambah kekhawatiran atas perluasan medan konflik hingga jalur-jalur strategis di Samudra Hindia. 

Sri Lanka menegaskan respons mereka murni tindakan kemanusiaan sesuai kewajiban maritim. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka Buddhika Sampath menekankan operasi penyelamatan dilakukan karena lokasi masuk dalam wilayah pencarian dan pertolongan negaranya, “Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” sambil menambahkan bahwa Sri Lanka tetap mengambil posisi netral dan berulang kali menyerukan dialog untuk meredakan konflik. 

Berita Terkait