04 December 2025, 06:13

Ekonomi Papua Mulai Bangkit? OJK Tunjukkan Aset Perbankan Tembus Rp106 Triliun

Perbankan Papua mencatat aset meningkat 5,25 persen. OJK Papua menyampaikan bahwa kenaikan aset, DPK, dan kredit menjadi indikator positif di tengah ekonomi.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,484
Ekonomi Papua Mulai Bangkit? OJK Tunjukkan Aset Perbankan Tembus Rp106 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan Papua.

Perspektif.co.id - Industri perbankan di Papua mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua melaporkan bahwa total aset perbankan di wilayah tersebut mencapai Rp106 triliun, tumbuh 5,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi indikator resiliensi sektor keuangan lokal di tengah tekanan ekonomi regional.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Papua, Yosua Rinaldy, menyebut peningkatan aset tersebut menunjukkan fondasi perbankan di Papua tetap sehat. 

Ia menegaskan bahwa kenaikan aset beriringan dengan naiknya dana pihak ketiga (DPK), yang mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap industri perbankan.

“Kenaikan simpanan masyarakat menjadi modal penting bagi perbankan untuk menjaga operasional tetap stabil dan terpercaya,” ujarnya dalam Media Gathering di Sorong, Papua Barat Daya.

DPK di Papua ikut meningkat 3,28 persen menjadi Rp53,99 triliun. Tren ini dinilai memperlihatkan kepercayaan publik yang tetap terjaga, sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim ekonomi dan investasi daerah.

Sementara itu, penyaluran kredit yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal juga menunjukkan performa kuat. Kredit perbankan tumbuh 5,01 persen hingga menyentuh Rp41,72 triliun. Peningkatan tersebut memperkuat fungsi intermediasi dan menopang aktivitas sektor-sektor produktif.

Tiga sektor utama yang menyumbang pertumbuhan kredit adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan, diikuti administrasi pemerintahan serta perdagangan dan reparasi. Sektor-sektor ini disebut sebagai tulang punggung perekonomian Papua.

Di sisi lain, OJK Papua mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah masih berada pada 4,21 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional di angka 5,4 persen. 

Untuk itu, OJK menegaskan komitmen memperkuat pengawasan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Kami terus memperluas akses layanan keuangan agar masyarakat memperoleh produk yang aman dan sesuai kebutuhan,” kata Yosua.

OJK menilai peningkatan pemahaman keuangan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memperkuat stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi Papua.***

Berita Terkait