TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan arah kebijakan pembangunan lingkungan tahun 2027 dengan penekanan pada pengelolaan sampah terpadu, pengendalian pencemaran, serta penguatan ruang terbuka hijau (RTH).
Rencana itu dipaparkan dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2026 saat DLH mempresentasikan Rancangan Rencana Kerja DLH Tahun 2027, yang dirancang untuk menjawab persoalan lingkungan perkotaan yang dinilai semakin kompleks.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Tangsel, Doni Herawan, menyampaikan penanganan sampah tetap menjadi prioritas utama, namun pendekatan yang disiapkan tidak berhenti di hilir. Ia mengatakan, perbaikan juga diarahkan dari hulu, mulai dari penguatan infrastruktur pemilahan hingga perubahan perilaku warga.
Dia mengatakan lewat teknologi Hydrodrive Incinerator, Pemkot Tangsel meyakini bahwa persoalan sampah bisa terus berkurang. Apalagi kapasitas sampah yang terolah bisa mencapai 60 ton per harinya. Menurutnya teknologi Hydrodrive Incinerator, pemusnahan sampah yang ada di wilayah Pondok Aren, dengan kapasitas sampai 60 ton per hari.
“Optimalisasi bank sampah dan komposter akan terus kami tingkatkan. Targetnya, minimal satu bank sampah di setiap RW. Selain itu, setiap pasar tradisional wajib memiliki komposter untuk menangani sampah organik,” ujar Doni, Rabu (25/2).
Selain penguatan bank sampah, DLH juga menargetkan pembuatan 10 ribu hingga 20 ribu lubang biopori sebagai strategi mengurangi sampah organik rumah tangga. Upaya ini dikombinasikan dengan rencana penerapan teknologi pengolahan yang disebut ramah lingkungan. Doni menjelaskan, DLH merencanakan penerapan hydrodrive incinerator di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, sebagai bagian dari agenda teknologi untuk memperkuat sistem pengolahan sampah dan mendukung upaya pengurangan emisi.
Di sisi lain, DLH menyiapkan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang melalui perbaikan akses jalan, pembangunan turap atau bronjong, serta terasering untuk mencegah longsor. Penataan fisik tersebut disiapkan seiring kondisi TPA Cipeucang yang sudah dinyatakan overload, sehingga pengangkutan sampah tetap dialihkan ke TPA Ciliwong di Kota Serang. Dalam skema yang dipaparkan, volume sampah yang dikirim berada di kisaran 400 hingga 500 ton per hari.
Untuk memperkuat pengelolaan sebelum penimbunan, DLH juga merencanakan pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) agar pemilahan sampah dapat dilakukan lebih sistematis. Pemerintah daerah, menurut Doni, juga akan memperketat kebijakan mandiri sampah untuk kawasan industri dan komersial agar beban pengangkutan tidak sepenuhnya bertumpu pada pemerintah.
“Kami juga akan memperkuat kebijakan mandiri sampah bagi kawasan industri dan komersial. Mereka wajib mengelola sampahnya sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah,” tegas Doni.
Rancangan kerja 2027 tidak hanya menargetkan sektor sampah. DLH juga memasang target peningkatan kualitas udara ambien serta penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Langkah yang disiapkan meliputi pemantauan dan pengawasan sumber emisi, pengujian emisi kendaraan, penanaman pohon, hingga pengadaan alat uji udara untuk memantau kualitas lingkungan sekitar. Program Kampung Iklim dan pelaksanaan car free day juga akan terus didorong sebagai bagian edukasi publik terkait perubahan iklim.
Doni menekankan pengendalian emisi memerlukan keterlibatan warga karena perubahan kebiasaan menjadi faktor penentu.
“Pengendalian emisi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu perubahan perilaku masyarakat, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai hingga tidak membakar sampah,” katanya.
Pada aspek kualitas air, DLH berencana memperkuat pemantauan dan pengawasan, termasuk membangun kerja sama dengan daerah perlintasan sungai seperti Cisadane, Pesanggrahan, dan Angke. Industri juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar, sementara pengadaan alat uji kandungan logam (AAS) disiapkan untuk memperkuat kapasitas pengawasan.
Sementara pada sektor ruang terbuka hijau, DLH akan melakukan inventarisasi RTH publik, menyusun serta menyosialisasikan SOP layanan taman, hingga meningkatkan kualitas dan fungsi taman melalui penataan vegetasi serta pemeliharaan berkala.
“Serta peningkatan kualitas dan fungsi taman melalui penataan vegetasi dan pemeliharaan rutin,” tambah Doni.
DLH juga mencatat tingginya atensi publik terhadap isu lingkungan melalui proses perencanaan. Terdapat 16 usulan pokok pikiran (pokir) dan 126 usulan aspirasi dalam Musrenbang 2027. Menurut Doni, besarnya masukan warga menjadi sinyal bahwa program lingkungan menuntut kolaborasi yang konsisten. Ia mengatakan DLH membuka berbagai layanan, mulai dari pengangkutan sampah, laboratorium lingkungan, pengaduan pencemaran, sampai penataan vegetasi, dan ke depan kemitraan dengan masyarakat akan terus diperkuat agar target 2027 bisa tercapai.
“Kami membuka layanan pengangkutan sampah, laboratorium lingkungan, pengaduan pencemaran, hingga penataan vegetasi. Ke depan, kolaborasi dengan masyarakat akan terus diperkuat agar target 2027 bisa tercapai,” pungkasnya.