TANGERANG, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menggulirkan program Gampang Sembako Ramadan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan puasa. Program ini akan digelar bergilir di seluruh kecamatan mulai 25 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan tujuan memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Pelaksanaan perdana Gampang Sembako Ramadan dipusatkan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kecamatan Larangan pada 25 Februari 2026. Camat Larangan Nasrullah menyebut kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang itu mendapat respons tinggi dari masyarakat. Di lokasi, ratusan warga Kelurahan Larangan Selatan terlihat memborong berbagai komoditas pangan yang ditawarkan lebih murah dibanding harga pasaran.
Nasrullah menilai antusiasme warga menunjukkan program ini tepat sasaran, karena mendekatkan akses sembako murah ke lingkungan permukiman tanpa harus warga mencari ke tempat lain. “Kami melihat antusias masyarakat sangat luar biasa. Program ini sangat membantu karena masyarakat jadi tidak perlu jauh-jauh mendapatkan sembako dengan harga miring cukup datang ke lokasi yang ada di tengah-tengah pemukiman,” ujar Nasrullah didampingi Lurah Larangan Selatan Dea Rosanjaya Harmadanu.
Dari sisi konsumen, Eko Martini, warga Kelurahan Larangan, menyebut program tersebut meringankan belanja harian, terutama ketika kebutuhan dapur biasanya naik saat Ramadan. Ia mengaku memanfaatkan kesempatan itu untuk berbelanja lebih banyak, mulai dari bahan protein hingga sayur. “Saya hari ini belanja banyak mulai dari daging, telur, sampai sayur-sayuran yang memang menjadi kebutuhan dapur rumah tangga di tengah bulan Ramadan,” ucapnya.
Sejumlah komoditas yang disediakan tercatat dijual dengan harga miring, antara lain beras Rp58 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp18,5 ribu per liter, dan gula Rp17,5 ribu per kilogram. Selain itu tersedia pula aneka olahan daging dan frozen food dengan harga yang disebut mulai dari Rp15. Eko menilai selisih harga dibanding pasar cukup terasa bagi rumah tangga, terutama warga kelas ekonomi menengah ke bawah. “Alhamdulillah, semua sembako yang dijual di sini harganya agak miring, ada selisih dibandingkan dengan harga pasaran, jadi sangat membantu masyarakat terutama dari kalangan kelas ekonomi menengah ke bawah,” tambahnya.