16 February 2026, 15:28

Detik-Detik Tembok 5,3 Meter Roboh Hantam SMPN 182 Jaksel, BPBD Ungkap Penyebabnya

Sebuah tembok pembatas setinggi 5,3 meter dilaporkan ambruk dan menimpa area SMP Negeri 182 yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/2).

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
558
Detik-Detik Tembok 5,3 Meter Roboh Hantam SMPN 182 Jaksel, BPBD Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi. Sebuah tembok pembatas setinggi 5,3 meter roboh dan menimpa area SMPN 182 di Kalibata, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Perspektif.co.id - Sebuah tembok pembatas setinggi 5,3 meter dilaporkan ambruk dan menimpa area SMP Negeri 182 yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/2). Insiden tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan tembok yang roboh merupakan milik warga dengan panjang sekitar 65 meter dan tinggi 5,3 meter. Tembok itu runtuh ke arah lingkungan sekolah diduga akibat kondisi struktur tanah yang tidak stabil.

“Tembok milik warga dengan panjang 65 meter dan tinggi 5,3 meter tiba-tiba roboh ke arah Sekolah SMPN 182 karena struktur tanahnya labil (tanah urukan) sehingga menyebabkan tembok roboh,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Senin (16/2).

Meski kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Namun, dampak kerusakan cukup signifikan di area sekolah. Runtuhan tembok menyebabkan saluran air tersumbat serta merusak bagian halaman parkir.

Isnawa mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah menyampaikan surat kepada pemilik rumah pada 24 Desember 2025. Surat tersebut berisi pemberitahuan bahwa kondisi tembok sudah dalam keadaan miring dan berpotensi membahayakan.

Pemilik rumah disebut telah merespons dan berjanji akan melakukan perbaikan setelah perayaan Imlek. Namun sebelum perbaikan dilakukan, tembok tersebut lebih dulu roboh.

Pasca-kejadian, pihak sekolah bersama pemilik rumah dan unsur terkait langsung menggelar pertemuan guna membahas tindak lanjut. Dari hasil pembahasan tersebut, pemilik rumah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul.

“Telah terjadi kesepakatan dari hasil pertemuan, bahwa pemilik rumah menyatakan akan bertanggung jawab untuk memperbaiki bangunan (pagar tembok dan ruang tamu) SMPN 182 seperti semula,” kata Isnawa.

Sebagai langkah darurat, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing-puing yang menutup aliran air di sekitar lokasi. Upaya ini dilakukan guna mencegah potensi genangan atau banjir yang bisa berdampak pada lingkungan sekitar sekolah maupun permukiman warga.

BPBD menargetkan seluruh proses pembersihan dan perbaikan dapat rampung sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.

“Pekerjaan akan diselesaikan secepatnya sebelum siswa masuk sekolah pada tanggal 23 Februari 2026,” ucap Isnawa.

Peristiwa robohnya tembok ini juga menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik runtuhnya struktur tersebut beredar di media sosial. Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram @jakartaselatan24jam yang menampilkan momen saat tembok ambruk ke area sekolah pada Minggu siang.

Berita Terkait