13 February 2026, 19:16

Detik-detik Longsor Terjang Wisata Hutan Bambu Bekasi, Warga Sebut Tanah Labil Usai Debit Disurutkan

Longsor menerjang kawasan Wisata Hutan Bambu di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, menyusul penurunan debit air Kali Bekasi pada Rabu (11/2/2026) sore.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,623
Detik-detik Longsor Terjang Wisata Hutan Bambu Bekasi, Warga Sebut Tanah Labil Usai Debit Disurutkan
Foto: Longsor melanda Wisata Hutan Bambu, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur. (Rachma/detikcom)

BEKASI, Perspektif.co.id - Longsor menerjang kawasan Wisata Hutan Bambu di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, menyusul penurunan debit air Kali Bekasi pada Rabu (11/2/2026) sore. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas warga di sekitar bantaran kali.

Seorang warga setempat, Banu (46), menceritakan insiden itu bermula dari adanya informasi banjir kiriman dari Bogor. Ia mengaku mengetahui kabar tersebut setelah mendengar alarm yang berbunyi dari bendungan.

Menurutnya, untuk mengantisipasi luapan air, petugas bendungan kemudian berinisiatif menyurutkan debit air Kali Bekasi. Namun proses pengosongan air dinilai berlangsung cukup lama hingga menyebabkan permukaan air menyusut drastis.

“Nah itu karena terlalu lama disurutin jadi lama-lama kan kalau pinggiran ini kan apa namanya tanahnya kan tanah labil ya. Lama-lama turun dia tanahnya,” kata Banu saat ditemui, Jumat (13/2).

Ia menjelaskan, longsor awalnya terjadi di satu titik sebelum akhirnya merembet ke area lain hingga mencapai kawasan Hutan Bambu yang mengalami dampak paling parah.

“Awalnya situ, turun bres (longsor), terus gak lama ke sana, pindah ke sana, akhirnya sampai ke Hutan Bambu. Hutan Bambu yang parah,” ujarnya.

Kendati tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sejumlah kerugian materiil dilaporkan terjadi. Banu menyebut jalan di sekitar lokasi amblas akibat pergerakan tanah.

“Paling ini aja sih, jalan-jalanan amblas,” sebutnya.

Selain itu, beberapa fasilitas sederhana milik warga turut terdampak. “Gubuknya, ada gubuk saung gitu di situ. Terus perahunya dua (terbawa arus),” lanjut Banu.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Banu menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara pengelola bendungan dan masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Bekasi, terutama ketika akan dilakukan pengaturan debit air.

“Harapannya sih pengennya ya antara pihak bendungan sama warga sekitar bantalan Kali Bekasi ini ada koordinasi lah. Maksudnya kalau toh emang harus disurutin air ya pengennya koordinasi sama warga sini. Kalau emang nantinya berbahaya tolong diinfoin terus bisa ada tindakan gitu ya,” tuturnya.

Berita Terkait