12 May 2026, 14:17

Dandhy Laksono Sentil Keras Negara soal Tambang dan Nasib Warga Adat: “Mereka Dicap Penjahat di Tanah Sendiri”

Jurnalis dan sineas dokumenter Dandhy Laksono kembali menjadi sorotan publik usai potongan video diskusinya ramai beredar di media sosial.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
10
Dandhy Laksono Sentil Keras Negara soal Tambang dan Nasib Warga Adat: “Mereka Dicap Penjahat di Tanah Sendiri”
dandhy laksono bongkar sisi gelap indonesia / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Jurnalis dan sineas dokumenter Dandhy Laksono kembali menjadi sorotan publik usai potongan video diskusinya ramai beredar di media sosial. Dalam forum yang dihadiri puluhan peserta tersebut, Dandhy menyinggung berbagai persoalan sosial dan lingkungan di Indonesia, mulai dari eksploitasi sumber daya alam hingga nasib masyarakat adat yang hidup di wilayah konflik tambang dan hutan.

Video yang beredar memperlihatkan Dandhy sedang berbicara dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Reset Indonesia”. Sejumlah potongan gambar juga menampilkan kondisi masyarakat di daerah pedalaman, aktivitas warga adat, hingga dokumentasi lingkungan yang diduga mengalami kerusakan akibat eksploitasi alam.

Dalam video itu, muncul tulisan “Sisi Gelap Indonesia” yang menjadi tema utama pembahasan. Dandhy tampak menyoroti bagaimana masyarakat lokal kerap menjadi pihak yang paling terdampak dalam konflik sumber daya alam.

“Sama kami juga pusing,” ujar Dandhy dalam salah satu cuplikan video saat menjelaskan kompleksitas persoalan sosial di lapangan.

Beberapa potongan gambar lain menampilkan suasana warga di kawasan hutan, aktivitas masyarakat adat, hingga visual alam yang disebut berkaitan dengan film dokumenter bertema lingkungan. Salah satu bagian video juga memuat tulisan “Film Tanah Tabi” yang disebut berkaitan dengan wilayah adat di Papua.

Dalam paparannya, Dandhy menyinggung stigma terhadap masyarakat adat yang kerap diposisikan negatif ketika mempertahankan wilayah hidup mereka sendiri. Ia juga menyoroti bagaimana konflik sosial sering muncul akibat perebutan ruang hidup dan eksploitasi sumber daya alam.

“Mereka makan kakak tua, kemudian jadi penjahat,” kata Dandhy dalam potongan video yang ramai dibagikan di media sosial.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik lantaran dianggap menggambarkan realitas sosial yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya daerah dengan konflik agraria dan eksploitasi lingkungan.

Video itu juga memperlihatkan antusiasme peserta diskusi yang memenuhi ruangan dan mendengarkan pemaparan Dandhy Laksono mengenai isu-isu sosial, lingkungan, hingga hak masyarakat adat. Beberapa peserta terlihat merekam jalannya acara menggunakan telepon genggam.

Di sisi lain, potongan dokumentasi visual yang ditampilkan memperlihatkan kondisi hutan lebat, aktivitas masyarakat lokal, hingga situasi di wilayah pedalaman yang disebut terdampak perubahan lingkungan.

Dandhy Laksono sendiri selama ini dikenal sebagai jurnalis investigasi dan pembuat film dokumenter yang kerap mengangkat isu lingkungan, konflik agraria, ketimpangan sosial, hingga eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.

Berita Terkait