BANDUNG,Perspektif.co.id - Polrestabes Bandung menyiapkan pengamanan ketat untuk perayaan malam pergantian tahun 2026, Rabu (31/12/2025). Aparat memetakan 11 titik konsentrasi massa di berbagai sudut Kota Bandung yang diprediksi akan dipadati warga, seiring adanya kegiatan hiburan, termasuk festival musik dan penampilan artis di sejumlah lokasi.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha Utama menyebut 880 personel gabungan disiagakan dan disebar ke seluruh wilayah kota untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib. “Polrestabes Bandung akan melibatkan 880 personel dan disebar di seluruh wilayah di Kota Bandung,” ujar Wahyu, Rabu (31/12/2025).
Wahyu menegaskan pengamanan akan mengerucut pada titik-titik yang berpotensi menjadi pusat kerumunan. “Pengamanan akan difokuskan pada 11 titik konsentrasi massa,” kata dia.
Adapun 11 titik pusat keramaian yang menjadi perhatian pengamanan aparat di malam Tahun Baru 2026 di Bandung meliputi:
- Kawasan Gedung Sate
- Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati)
- Alun-alun Cicendo
- Dago Cikapayang
- Alun-alun Bandung–Asia Afrika–Braga
- Flyover Kopo
- Tegalega
- Kawasan Summarecon
- Koridor Flyover Jalan Jakarta–Ahmad Yani/Kiaracondong (Kircon)
- Flyover Pasirkaliki
- Alun-alun Ujungberung
Terkait rekayasa lalu lintas, Wahyu memastikan flyover tetap dibuka dan tidak ditutup. Namun, petugas akan berjaga untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah pengendara berhenti di atas jembatan layang. “Tidak ada penutupan… kita lihat situasi dan perkembangannya,” ujarnya.
Penutupan jalan, kata Wahyu, akan bersifat situasional jika terjadi kepadatan ekstrem. Sebagai contoh, bila kawasan Asia Afrika hingga Alun-alun Bandung sudah dipenuhi massa, akses tertentu dapat ditutup sementara untuk mengurai penumpukan. “Misal di Asia Afrika dan Alun-alun Bandung ramai dan dipenuhi lautan manusia, Jalan Tamblong-Asia Afrika ditutup. Begitu pun Braga Pendek…,” kata Wahyu.
Selain pengamanan dan pengaturan arus, polisi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar perayaan berjalan aman. Pengguna motor diminta tidak berboncengan lebih dari dua orang, menghindari miras, tidak ugal-ugalan, dan tidak melakukan konvoi yang mengganggu pengguna jalan lain. Sementara pengendara mobil diingatkan untuk menggunakan sabuk pengaman serta mengikuti arahan petugas dan tidak parkir sembarangan.
Dengan pemetaan titik keramaian dan pola rekayasa lalu lintas yang fleksibel, polisi berharap mobilitas warga tetap terkendali, sekaligus mengurangi risiko insiden pada momen puncak pergantian tahun di Kota Bandung.