04 February 2026, 16:51

PM Australia Albanese Datang Besok, Polisi Siapkan Pengalihan 8 Ruas Jalan Jakarta Mulai 19.00 WIB

Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta seiring kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
970
PM Australia Albanese Datang Besok, Polisi Siapkan Pengalihan 8 Ruas Jalan Jakarta Mulai 19.00 WIB
Ilustrasi polisi melakukan pengaturan lalu lintas. (Foto: detikcom/Ari Saputra)

JAKARTA, Perspektif.co.id -  Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta seiring kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia pada Kamis, 5 Februari 2026 hingga Sabtu, 7 Februari 2026. Polda Metro Jaya menyebut pengalihan arus bersifat situasional dan hanya diberlakukan saat iring-iringan rombongan melintas. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan rangkaian kegiatan kenegaraan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. “Indonesia menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Y.M. Anthony Albanese dan akan diadakan rangkaian acara kenegaraan,” kata Komarudin kepada wartawan, Rabu (4/2/2026). 

Komarudin menegaskan pengaturan lalu lintas dilakukan sementara sebagai bentuk penghormatan, tanpa penutupan permanen. “Akan ada pengawalan dan pengaturan lalu lintas sementara di beberapa ruas jalan utama Jakarta sebagai bentuk penghormatan. Penutupan bersifat situasional dan hanya berlangsung singkat,” ujarnya. 

Adapun delapan ruas jalan yang disebut akan dilewati dan berpotensi mengalami pengalihan arus mencakup koridor dari kawasan Halim menuju pusat pemerintahan. Daftarnya meliputi: Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof Dr Soepomo, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, serta Jalan Medan Merdeka Barat. 

Dengan skema penutupan singkat dan situasional, polisi mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu perjalanan pada Kamis malam, terutama di ruas-ruas yang masuk lintasan pengawalan, serta mengantisipasi kepadatan yang biasanya muncul ketika rekayasa lalu lintas diberlakukan dalam agenda kenegaraan. 

Berita Terkait